Gula yang mana, tanyamu ;)

gula-gula tak selamanya manis, kadang asam bahkan pahit

Laura Figy maumu. Oh, tidak. Aku memilihkan Diana Krall untukmu. Website dia juga ungu kan? Seperti kantong-kantong ini. The Girl in Another Room. Kau tersenyum. Meledek atau merayu, tanyamu. Terlalu sering kita bercanda. Yang serius dibalut gurauan. Juga tentang ini: kenapa aku di ruangmu — seperti juga tiga bulan silam.

Raung bajaj dan motor di luar menyusup ke dalam melalui tirai. Teh jasmina? Gula? Sedikit kataku. Yang buat diet, tanyamu. Sebuah canda peka bagi  lelaki karena setiap pria yang masih merasa muda merasa malas untuk takar asupan padahal mulai usia 30 proses degeneratif mulai menjalar. Tapi aku tidak perlu (oh belum perlu!) batasi gula. Yang biasa saja, bukan yang pemanis buatan, kataku.

Sejak usia berapa lelaki mulai punya gula-gula, tanyamu. Bukan sejak usia berapa, kataku, tetapi gula-gula usia berapa, dengan batas selisih umur, itu yang penting. Aku bukan gula-gula, katamu. Hanya pinjam milik wanita lain tanpa izin. Boiler di minibar masih sisakan panas. Teh kuhirup. Rasa melati dengan sepet Jawa. Esok pagi aku urusi event, katamu. Tas LaSenza belanjaanmu petang tadi, yang tergeletak di atas meja, juga masih menyisakan isi yang ungu. Tak kutanya, tapi aku tahu. Besok aku ada event, katamu (lagi). Harus simpan energi, lanjutmu. Hanya disimpan, tak ditaburkan malam ini, seperti gula keluar dari kantong kertas — bukankah masih ada kantong energi yang lain? Cangkir teh masih berisi sepertiga. Besok ada event, katamu lagi. Gaun tidur satin putih tampakkan energi rindumu. Kuhirup teh lagi. Tolong tutup tirai, pintamu. Track ketiga dari Diana Krall di iPod mengalun pelan dari speaker lipat.

3 Comments »

  1. oscar

    track ketiga? “did i do” or “pick yourself up”??? wah ternyata sebuah kantong kertas kecil bisa bercerita banyak…

    Comment — July 24, 2008 @ 11:42 pm

  2. Risyadmum

    Blog yang kereeen!

    Comment — July 29, 2008 @ 7:02 pm

  3. bukan gula-gula

    kupinjam dirimu tanpa izin, dan kukembalikan selalu dalam keadaan utuh. tanpa dusta, tanpa huru-hara. hampir satu purnama berlalu. aku rindu seduhkan teh untukmu…

    Comment — August 20, 2008 @ 11:11 am

Leave a comment