muak jakarta, rindu jakarta, benci cinta
di sini kau merasa tenang, “jauh dari jakarta. terpencil, tanpa kemacetan. handphone kumatikan.” sesekali kau ajak becanda barista dan bartender. selebihnya adalah kolam renang dan baring, “kagak pake berjemur lah, entar jadi item, kita kan bukan bule.” lima buku kau bawa. “macbook air aku bawa tapi aku anggurin di kamar. males buat online.”

cerita klise. tiada kesan. sama juga ini, “kalo kelamaan di sini bete juga. aku tuh suka jakarta, tapi sering muak, bosen, marah. di sisi lain, kalo jauh dari sana rasanya kangen juga.” aku paham. dan sepakat.
“rejeki, cinta, degup hidup, ada si sana. semua petualangan ujungnya atau awalnya juga di jakarta. atau tengahnya juga di jakarta.”
di jari manismu tak ada cincin. belum ada? atau ada tapi tak kau kenakan? atau memang tak perlu cincin? kilat matamu menangkap ekor pandanganku ke jari. “kenapa? mau tau ya?” tanyamu dengan kerling dan menahan tawa. “kamu ada di facebook gak?” tanyamu lagi. hari sudah berganti, tinggalkan sejam dari kemarin. “mau tutup boss,” kata bartender.
This entry was posted on Saturday, July 12th, 2008 at 2:06 am and is filed under Hotel, Kedai, Perjalanan, Uncategorized. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.
Resto
wah sayang aku blom bisa buka resto beneran…. hehehe mampir ya..
Comment — July 24, 2008 @ 12:48 pm
oscar
caswell’s banda aceh maybe?? suka berkeliling juga rupanya…
Comment — July 24, 2008 @ 11:30 pm
Lily Sujiati
Let’s try Sumatra Mangkuraja Speciality Arabica Coffee,it will definitely enjoy good taste.
Comment — June 17, 2009 @ 12:19 pm