Pernah menjadi simbol kemewahan

Naik pesawat sudah hal biasa bagi kebanyakan orang. Dulu di zaman para orang tua yang sudah lama almarhum, kadangtidak hanya sendok teh yang dibawa pulang, bahkan gula dalam kantong pun dibawa untuk kenang-kenangan bahkan oleh-oleh. Dulu cara yang terjangkau padahal mahal untuk pergi jauh adalah naik kapal, misalnya pergi haji ke tanah suci.
By Drustajumna Legawa (4)
This entry was posted on Monday, July 14th, 2008 at 11:40 am and is filed under Perjalanan, Tak penting. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.
This entry was posted on Monday, July 14th, 2008 at 11:40 am and is filed under Perjalanan, Tak penting. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.
oscar
gw masih punya tuh sendok yg ada logonya garuda, bokap gw yg dulu bawa dari cabin pesawat. malah jaman waktu TK-lah gw ga mau makan kalo ga pake sendok itu. sekarang gw sendiri udah jadi frequent flyer malah tidak menyadari bahwa gula dalam kemasan itu suatu kemewahan dijaman dahulu. trims mengingatkan kita untuk selalu bersyukur…
Comment — July 24, 2008 @ 11:27 pm