Ritual Maria Eva
Tak tahulah kenapa kafe di Jalan Ahmad dahlan Jakarta itu memakai nama Ritual. Mungkin ngopi dan ngeteh memang ritual harian. Bukan soal hidup dan mati tetapi harus dilakoni. Kebiasaan memang bisa melekat menjadi kebutuhan tubuh, sadar maupun tak sadar.

Lantas suatu sore saya dan sejawat ke sana. Bukan karena kebiasaan. Bukan untuk ritual. Tapi sekadar berembuk di luar kantor karena tempat kerja kadang tak memberikan keleluasaan. Di sana ada minuman ada gula kantong. Hanya satu yang berbeda: di sana juga ada teh poci — bukan dengan gula kantong, tapi gula batu. Di sana ada kanvas untuk ditandatangani pengunjung. Ada nama Maria Eva. Entah kapan dia datang: sebelum atau sesudah heboh sesaat itu.
This entry was posted on Wednesday, July 30th, 2008 at 5:41 pm and is filed under Kedai. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.
mpokb
saya suka tempat ini. kopi pekat, quiche lezat, tempat nyaman buat ngobrol, tidak terlalu hingar-bingar, pramusaji ramah dan sabar melayani tamu.
Comment — August 19, 2008 @ 1:39 pm
belle
tertarik pas liat dr luar…
brp c range harganya?
trs kopinya ada apa aj?
Comment — July 8, 2009 @ 8:44 pm