Tanpa Nama

21 Jul 2008 | masagus (2)

kantong tanpa nama

Di pojok itu. Diapit dinding kayu gelap. Dengan ambalan yang juga gelap. LED merah dalam ceruk rak mengesankan sesuatu yang oriental. Sering di sana aku. Sendirian. Meski ada wi-fi gratis aku lebih suka melamun, mencorat-coret, atau membaca. Kantong gula tanpa cafe menjadi pembatas buku. Hanya aku yang tahu itu di mana. Maksudku kau tak tahu, dan itu aman bagiku. Setiap kantomg gula yang menorehkan nama tempat hanya akan memancing interogasimu. Kapan, dengan siapa, ngapain aja. Padahal aku selalu sendirian. Pernah sih bluetooth minta perkenalan. Dari meja agak jauh. Biasa, penawaran diri. ;)

Pernah menjadi simbol kemewahan

14 Jul 2008 | Drustajumna Legawa (4)

gula pesawat garuda indonesia

Naik pesawat sudah hal biasa bagi kebanyakan orang. Dulu di zaman para orang tua yang sudah lama almarhum, kadangtidak hanya sendok teh yang dibawa pulang, bahkan gula dalam kantong pun dibawa untuk kenang-kenangan bahkan oleh-oleh. Dulu cara yang terjangkau padahal mahal untuk pergi jauh adalah naik kapal, misalnya pergi haji ke tanah suci.

muak jakarta, rindu jakarta, benci cinta

12 Jul 2008 | Drustajumna Legawa (4)

di sini kau merasa tenang, “jauh dari jakarta. terpencil, tanpa kemacetan. handphone kumatikan.” sesekali kau ajak becanda barista dan bartender. selebihnya adalah kolam renang dan baring, “kagak pake berjemur lah, entar jadi item, kita kan bukan bule.” lima buku kau bawa. “macbook air aku bawa tapi aku anggurin di kamar. males buat online.”

cerita klise. tiada kesan. sama juga ini, “kalo kelamaan di sini bete juga. aku tuh suka jakarta, tapi sering muak, bosen, marah. di sisi lain, kalo jauh dari sana rasanya kangen juga.” aku paham. dan sepakat.

“rejeki, cinta, degup hidup, ada si sana. semua petualangan ujungnya atau awalnya juga di jakarta. atau tengahnya juga di jakarta.”

di jari manismu tak ada cincin. belum ada? atau ada tapi tak kau kenakan? atau memang tak perlu cincin? kilat matamu menangkap ekor pandanganku ke jari. “kenapa? mau tau ya?” tanyamu dengan kerling dan menahan tawa. “kamu ada di facebook gak?” tanyamu lagi. hari sudah berganti, tinggalkan sejam dari kemarin. “mau tutup boss,” kata bartender.