Kopdar untuk Bisnis
Untuk kedua kalinya saya bersua dengannya, setelah sebelumnya hanya berkabar via e-mail dan SMS. Dia blogger, saya juga. Jumpa pertama sepekan sebelumnya, dalam sebuah acara yang lagi-lagi diselenggarakan oleh dotcomers yang sebagian besar bloggers. Serampung acara dia singgah ke markas saya, kemudian dia dan tamu satunya (yang juga baru ketemu pertama kali setelah sebelumnya hanya ber-e-mail-an) saya antar ke tempat blogger nongkrong saban Jumat malam.
Tentang pertemuan kedua, pada suatu malam di Senayan City Jakarta, bukan di Bali, itu berbau bisnis — tapi bau uangnya belum meruap. Dia melakukan presentasi dari laptopnya. Itu pun dengan was-was, “Nggak enak kalo logo kantor (pada presentasi) saya dilihat orang.”
This entry was posted on Tuesday, September 9th, 2008 at 4:12 pm and is filed under Kedai. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.

mpokb
uang jangan dicium. baunya nggak enak. mending menghirup aroma kopi, sambil menonton lalu lintas manusia yg keluar masuk pintu otomatis lower ground
Comment — September 11, 2008 @ 2:44 pm