Generik, Apa Adanya

Senin malam 29 September. Antrean di kasir pasar swalayan memanjang. Saya, yang belanja sendiri, pun lelah. Setelah keluar dari kasir balanjaan saya titipkan. Ternyta tempat penitipan juga penuh. Akhirnya toh bisa juga. Lalu saya ke kedai di seberang. Kapucino lama datangnya. Setelah ada, rasanya aneh, mana encer pula. Gula tanpa merek kedai tetap manis, tetapi ketika dicampurkan ke minuman malah membuat isi cangkir terasa kian aneh. Tentang cangkir inilah kesaksian saya. Bagian bawah luar seperti kena kotoran yang melekat. Adapun cawan tatakan sama saja, menghitam seolah terlekati sekian lama. Mungkin pengelola kedai memperlakukannya sebagai poci tembikar untuh teh: makin lama, dan makin tertempeli endapan, akan makin sedap. Tapi ini cangkir porselen.

1 Comment »

  1. mpokb

    Bersikap apa adanya kan bagus, pam? Apa cuma untuk hal tertentu, ya?

    Comment — October 9, 2008 @ 10:18 pm

Leave a comment