Pagi Saat Kota Sepi

Sabtu 27 September. Bukan hari kerja. Suasana libur jelang Lebaran kian terasa. Jakarta menyepi. Apalagi pagi sekitar setengah tujuh. Perut lapar menuntut ganjal. Misalkan sudah siang, mendapatkan warung buka pun sulit. Akhirnya bersua kedai donat 24 jam. Si kecil tak kelaparan. Pagi itu lama-lama kedainya ramai. Banyak orang sarapan. Sebagian membawa anak. Tapi ini perut Jawa. Lebih enak sarapan dengan nasi. Bukan kroisan dengan teh ala Inggris. Teh pagi yang tentu saja butuh gula. Selebihnya adalah melalap setumpuk koran yang dibeli dari pengasong di jalan. Untuk mengisi saat menunggu. Si kecil terus membaca majalah yang dibawa dari rumah.

No Comments »

Leave a comment