Lebaran Hari Kedua
Lebaran hari kedua. Sore itu banyak kedai penuh. Menurut beberapa pramusaji dua-tiga kedai, banyak tamu yang berlama-lama nongkrong. Bahkan ada meja dengan dua sofa untuk empat orang yang sejak berjam-jam lalu diduki satun orang. Malah ada meja yang akan saya duduki bersama keluarga langsung diserobot sebuah keluarga dengan memalangkan kereta bayi. Ternyata mereka hanya ingin ngobrol dengan keluarga di meja sebelah sambil beristirahat. Pramusaji tak berdaya. Alhirnya kami mendapatkan tempat di kedai tetangga.

Lebaran hari kedua, tenaga yang melayani berkurang. Banyak yang masih libur dan ambil cuti. Yang bertugas tampak kelelahan. Inilah saat untuk melatih kesabaran. Baki pramusaji bisa menyenggol bahu tamu. Minuman tumpah, mengotori baju. Hanya canggung bingung yang tampak dari wajah si pramusaji.
Lebih berat ujian kesabaran bagi mereka daripada tamu.
This entry was posted on Friday, October 3rd, 2008 at 1:01 pm and is filed under Kedai, Singgah, Tak penting. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.
mpokb
kantong kertas di dalam asbak. who would’ve thought of that?

itu rasa peach ya?
Comment — October 8, 2008 @ 10:53 am