Hangat, Manis, Cokelat
Sebelum meninggalkan kamar pagi itu, aku sempat minum kopi instan dengan bubuk krim dan gula palem. Di kemasannya tertulis brown sugar. Arti harfiahnya, “gula cokelat”. Aku nyaris tidak pernah minum kopi dengan gula palem. Biasanya gula pasir atau tanpa gula. Namun untuk petualangan rasa, bolehlah sesekali aku coba. Kuhirup kopi yang mulai menghangat, rasa legit menyapa dari gula cokelat. Kerinduan menghadirkan dirinya lamat-lamat. Sedang apakah kau sekarang, lelaki berkulit cokelat dengan senyuman nan hangat?
By kertas tulis (21)
This entry was posted on Tuesday, October 28th, 2008 at 1:47 pm and is filed under Hotel, Kamar, Penting. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.
This entry was posted on Tuesday, October 28th, 2008 at 1:47 pm and is filed under Hotel, Kamar, Penting. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.

paman tyo
lelaki berkulit cokelat kalo pakai gula merah ditambahi kayu manis mungkin lebih sedap ya? lho emang makanan/minuman?
Comment — November 7, 2008 @ 1:27 am
jusuf thojib
Aku perlu pesan gula kemasan kertas seperti contoh, dimana alamat n contact person ?
Comment — May 27, 2009 @ 5:06 pm