Minuman Penutup, Konon
Menurut tradisi umum di Dunia Barat, kopi dihidangkan setelah santapan selesai. Paling akhir, setelah hidangan pencuci mulut. Terkecuali pada saat rihat kopi, atau acara minum kopi di pagi hari. Seorang kenalanku pernah memesan kopi di rumah makan sebuah negeri dingin sebelum makan, dan membikin orang sekitar terheran-heran. Menyalahi aturan atau tidak, bagi orang negeri tropis, mengatasi hawa dingin adalah perjuangan :P.
Buatku juga, minum kopi kapan pun bisa jadi nikmat, sehingga aku tidak terlalu terpaku dengan aturan mana pun. Seperti kali ini. Hidangan utama belum datang, kopi sudah kupesan dan dihidangkan. Yang beda adalah bungkus gulanya. Kemasan gula dari kedai kali ini tidak berbentuk persegi seperti umumnya gula kemasan, melainkan bulat memanjang seperti sedotan. Unik dan ciamik, serupa pernak-pernik.
This entry was posted on Thursday, November 6th, 2008 at 3:37 pm and is filed under Kedai. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.

paman tyo
wah ini di mana bu eh mbak? unik juga ya. ndesit betul saya, kurang gaul, sampe ndak tau…
Comment — November 7, 2008 @ 1:24 am
shianash
umm…jadi pengen ngopi…
lagi…
Comment — November 18, 2008 @ 7:39 pm