Lelucon Es Krim
01 Jun 2009 | kertas tulis (21)Duduk di antara para penikmat es krim, melayangkan lamunan dan membuat ingatanku terdampar pada kenangan manis tiga setengah tahun yang lalu. “Ya, dia suka es krim,” begitu ujarmu pada perempuan pramusaji yang menanyakan pesanan kita malam itu, di pertemuan kedua yang teramat sangat kunantikan. Ucapan singkat yang membuatku jadi sedikit salah tingkah, namun juga terpancing untuk tersenyum. Kamu selalu tahu cara mencairkan suasana dengan gurauanmu. Ya, kamu pasti tahu, di balik senyumanku saat itu juga ada debar tak menentu. Harapan. Penantian. Penasaran.
Ah, kamu. Setelah sekian topik obrolan, sekian cangkir kopi dan teh yang kita nikmati bersama, baik yang kita pesan di kedai minum hiruk pikuk maupun yang kita seduh sendiri di salah satu dari sekian tempat menyepi, masihkah kamu ingat leluconmu dulu tentang es krim?

