Tumpahan Kopi di Sisi Cangkir
Sekilas kudengar pramusaji itu mengucapkan maaf, tetapi aku tidak bisa mendengar apa persisnya yang dia katakan. Suara musik dan obrolan para tamu di meja lain membuat ucapannya kurang jelas. Lalu kulihat tumpahan kopi itu di atas piring tatakan. Mungkin itulah yang membuat si pramusaji minta maaf. Mungkin ketergesaan membuatnya menumpahkan isi cangkir yang terlampau penuh. Mungkin juga mengelap tumpahan kopi tidak ada dalam deskripsi kerjanya. Mungkin di zaman serba instan, kehati-hatian sudah tergolong ke dalam kemewahan.
By kertas tulis (21)
This entry was posted on Friday, July 24th, 2009 at 6:10 pm and is filed under Kedai. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.
This entry was posted on Friday, July 24th, 2009 at 6:10 pm and is filed under Kedai. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.

antyo rentjoko
kehatia-hatian. memang sulit, tapi mau minta maaf itu bagus — meski gak jelas
– akhirnya saya hanya membatin : mungkin sudah capai..
Comment — August 6, 2009 @ 6:14 pm