Ruang Hening di Selatan Jakarta
Masihkah kamu ingat pertemuan lima bulan yang lalu di kamar ini? Kita bercengkerama sampai pagi, membicarakan banyak hal sembari mengikis penat dan rindu. Di selatan ibu kota yang sesak, ternyata masih ada pula sebuah sudut yang adem dan cukup tenang. Aku datang lebih dulu dan menyiapkan minuman, lalu kamu menyusul selepas acara di sebuah teater yang hanya sepelemparan batu dari sana. Cerita-ceritamu tidak pernah membosankan dan nyaris selalu membuat orang lain terpancing untuk bertanya dan bertanya. Jangan salahkan aku kalau ingin selalu menagih kisah baru di sebuah kamar, karena tempat pertemuan lain selalu dibatasi waktu dan kebisingan.
“Aku kangen ngobrol ngalor ngidul panjang lebar denganmu,” kataku.
“Suatu saat pasti kita ketemuan lagi, ngeteh, bertukar cerita,” jawabmu.
“Aku tidak begitu suka teh,” tukasku, “tapi tidak apa-apa. Boleh saja dalam sebuah pertemuan seseorang ngeteh dan yang lainnya ngopi.”
Kamu mengiyakan saja ucapanku.
This entry was posted on Wednesday, July 29th, 2009 at 7:12 am and is filed under Kamar, Kencan, Singgah. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.

antyo rentjoko
teh dan kopi kok bisa dicampur ya?
– bisa.. jadi koktail jenis baru
Comment — August 2, 2009 @ 5:21 pm