Waroeng Nostalgia
Belakangan ini kian banyak “warung modern” di ibu kota yang menyediakan minuman tradisional semacam wedang angsle atau wedang ronde. Seperti yang kukunjungi beberapa waktu lalu. Terik panas di luar tidak meredam keinginan untuk menyeruput wedang angsle, karena bagian dalam gedung perkantoran cenderung bersuhu seperti di pegunungan. Anomali.
Ketika memasuki sebuah warung modern yang menghidangkan berbagai santapan dan minuman tradisional, maka sebetulnya kita bukan lagi mencari rasa pemanja lidah. Sebuah cara baru untuk mengasah ingatan akan kenangan masa lalu. Nostalgia yang terbungkus nuansa tradisional.
By kertas tulis (21)
This entry was posted on Thursday, July 30th, 2009 at 7:16 pm and is filed under Kedai, Singgah. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.
This entry was posted on Thursday, July 30th, 2009 at 7:16 pm and is filed under Kedai, Singgah. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.

antyo rentjoko
modern, kuno, urban, rural eh ndesit, yang penting rasanya kan bos?
– bos javanicus atau bos sondaicus?
Comment — August 2, 2009 @ 5:20 pm