Bengawan Solo
Bengawan Solo akhirnya identik dengan lagu ciptaan Gesang, terutama bagi orang Jepang. Di salah cabangnya, di Bandara Soekarno-Hatta, saya melewatkan sore sambil menunggu anak pulang dari Bangkok. Sebuah kedai yang mungil, dengan dapur yang sangat kompak, wajan penggoreng hanya satu setengaj jengkal kali sejengkal, pramusajinya hanya satu, karena dia tak perlu mencuci gelas — tapi masih mencuci piring entah di mana. Semua minuman disajikan dalam cangkir plastik. Meskipun ini warung kopi, saya memesan teh.

By Paman Tyo (12)
This entry was posted on Thursday, August 6th, 2009 at 7:13 pm and is filed under Kedai, bandara. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.
This entry was posted on Thursday, August 6th, 2009 at 7:13 pm and is filed under Kedai, bandara. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.
mpokb
duh, sudah lama nggak beli kopi bengawan solo. kalau ke mal ambassador, dulu saya suka beli yang bubuk berbungkus kertas cokelat itu..
Comment — August 7, 2009 @ 11:08 am