Teh Tawar Salihara
Kadang saya menikmatin teh melati Jawa tanpa gula. Kalau pun pakai ya sedikit saja. Akibatnya gula yang disertakan pun tak terpakai. Yang jelas, di Kedai Salihara, Jakarta Selatan, kantong gulanya belum berdesain khusus. Mungkin kelak dirancang khusus, menyertai cemilan yang dikemas khusus — yang saya gemari adalah gadung. Yang terpotret ini keripik pisang, pesanan kedua anak saya.

By Paman Tyo (12)
This entry was posted on Sunday, August 16th, 2009 at 9:55 pm and is filed under Kedai, Singgah, Tak penting. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.
This entry was posted on Sunday, August 16th, 2009 at 9:55 pm and is filed under Kedai, Singgah, Tak penting. You can follow any comments to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a comment, or trackback from your own site.
mpokb
lho, tumben yang bikin kemasan gulanya bukan samudra montaz..
Comment — August 18, 2009 @ 1:10 pm