Obrolan yang Terselip

28 May 2010 | kertas tulis (21)

+ Kamu nggak menulis pengalaman dan fantasimu buat situs erotis itu? Kan bahasa Inggris-mu bagus…

- Ah Mas.. I’m not that good actually.. Lagian slank-nya gak paham

+ Lagian buang waktu kan, ya? Tujuannya cari bahan buat fantasi kok malah nulis. Kecuali dibayar kali ya, sebagai penulis?

- Bukan, aku kurang imajinatif. Kalau aku kreatif, pasti cepat bikin tulisan. Kadang seperti yang dulu itu, menulis bisa bikin *** juga, soalnya membayangkan…

+ Nggak dibikin puisi?

- Puisi… jadinya subtil dong. Nggak hardcore lagi… Meskipun ada juga puisi yang bikin imajinasi meliar ke mana2..

+ :)

Setelah Menunda Lapar

13 May 2010 | kertas tulis (21)

Lapar. Itulah kunci menuju kenikmatan ketika bersantap. Selezat apa pun makanan, kalau kita melahapnya ketika kenyang, kenikmatan akan berkurang. Sebaliknya, makanan yang tadinya terkesan biasa justru akan terasa nikmat bila disantap dengan perut yang kelaparan.

Kenikmatan yang kadang tak terduga datang setelah sekian lama. Kali ini, aku berusaha tidak memikirkan atau mencari jawab tentang sesuatu yang sulit dijelaskan dan begitu impulsif. Di kepalaku muncul suara samar-samar, “Nikmati saja. Tak usah dipikirkan.”