Kopi Pagi, Lelaki Pagi

Apa ya, yang dicari orang ketika meneguk secangkir kopi? Aromanya yang wangi dan lembut membelai indra penciuman sejak ketika kita menyeduhnya? Rasa pekat bernuansa asam yang memanjakan ujung lidah hingga pangkal kerongkongan? Atau, kandungan kafeina yang menyegarkan dan konon membikin kita ketagihan?

Nikmat, sungguh nikmat. Bukan hanya karena pagi itu aku perlu ekstra kafeina. Juga bukan sekadar penasaran mencicipi rasa pilihan alam. Kamu tentu tahu, alam punya kemampuan istimewa untuk memilih yang terbaik, kemampuan yang kadang tak terjangkau melalui otak kecil manusia.

Kopi ini mungkin lebih cocok diminum sore hari, sebagai penghilang penat, bukan pembangkit semangat. Namun, tak apa, buatku batasan waktu hanya membuat kesempurnaan tak lagi bisa dinikmati. Kopi hitam pekat yang woody dengan sebungkus kecil gula pasir, melengkapi pagi menjelang siangku yang sempurna bersamamu, sang lelaki pagi.

3 Comments »

  1. Antyo Rentjoko

    Kopi mahal, kopi mewah itu. Disajikan secara “royal”, meraja, paahal berasal dari lubang pantat luwak. :)

    Comment — July 17, 2010 @ 12:31 am

  2. kertas tulis

    Namanya juga gimmick, Paman Antyo.. Eh, tapi pelanggan kan katanya memang raja..

    Comment — July 18, 2010 @ 4:55 pm

  3. Monex

    Contoh yang lain bisakah anda menjadi perenang andal tanpa.pernah menyemplungkan diri hingga basah? Padahal menulis adalah salah satu bentuk komunikasi dan refleksi.kecendekiaan seseorang yang dibutuhkan dalam perkembangan orang itu sendiri dan.masyarakatnya. Tentu saja ada!…1 .Suka membaca…Membaca.dan menulis mempunyai kaitan yang erat sekali.

    Comment — February 26, 2011 @ 7:35 pm

Leave a comment