Nasi Goreng Obama
12 Nov 2010 | kertas tulis (24)
Mungkin karena Obama. Menjelang tengah malam itu, seusai menonton dia berpidato di TV dan menyebutkan “nasi goreng” dengan fasihnya, tiba-tiba aku kepingin. Astaga. Orang itu benar-benar memikat hati dunia dan sangat berpengaruh, hingga memperbaiki selera makanku yang beberapa hari ini memburuk. Benarkah? Atau ada sebab lain?
Kutekan tombol 3 untuk room service. Tak sampai setengah jam kemudian, nasi goreng hangat diantarkan. ”Semoga nasi goreng makin naik pangkat setelah disinggung dalam pidato Orang Nomor Satu Dunia,” ujarku pada diri sendiri sambil menghirup aroma nasi. Ah, lebay. Kenapa juga ikut-ikutan lebay seperti semua orang?
Beberapa sendok kemudian, SMS-mu masuk. “Aku OTW. Belum makan. Tolong pesenin nasi goreng ya.”
