jelang terbang

25 Jul 2008 | masagus (2)

gula terbalik agar tempat tak dikenal pembaca

tiga jam lagi — “aku keburu,” katamu
masih ada waktu, kataku
bukankah kau pilih tempat dekat bandara agar tiada gegas berlebih?
tiga jam lagi — “harus check in dulu sejam sebelumnya kan?”
masih ada waktu untuk lemon tea panas seduhan sendiri, kataku
tiga jam lagi — “sekali-sekali temanilah aku sampai ke kotaku, mas…”
tidak, oh tidak
aku harus tetap di sini
ada banyak pekerjaan
untuk aktualisasi…
untuk organisasi…

“dan anak bini!” katamu sambil menahan tawa

boiler embuskan uap putih
mendidih
seperti kamu tadi

tiga jam lagi — “ahh nggak ada waktu, masa sih harus cetak kilat?”

kita tertawa

biarlah hasrat yang tersisa kita tabung untuk jumpa selanjutnya

Tanpa Nama

21 Jul 2008 | masagus (2)

kantong tanpa nama

Di pojok itu. Diapit dinding kayu gelap. Dengan ambalan yang juga gelap. LED merah dalam ceruk rak mengesankan sesuatu yang oriental. Sering di sana aku. Sendirian. Meski ada wi-fi gratis aku lebih suka melamun, mencorat-coret, atau membaca. Kantong gula tanpa cafe menjadi pembatas buku. Hanya aku yang tahu itu di mana. Maksudku kau tak tahu, dan itu aman bagiku. Setiap kantomg gula yang menorehkan nama tempat hanya akan memancing interogasimu. Kapan, dengan siapa, ngapain aja. Padahal aku selalu sendirian. Pernah sih bluetooth minta perkenalan. Dari meja agak jauh. Biasa, penawaran diri. ;)