Bengawan Solo

06 Aug 2009 | Paman Tyo (12)

Bengawan Solo akhirnya identik dengan lagu ciptaan Gesang, terutama bagi orang Jepang. Di salah cabangnya, di Bandara Soekarno-Hatta, saya melewatkan sore sambil menunggu anak pulang dari Bangkok. Sebuah kedai yang mungil, dengan dapur yang sangat kompak, wajan penggoreng hanya satu setengaj jengkal kali sejengkal, pramusajinya hanya satu,  karena dia tak perlu mencuci gelas — tapi masih mencuci piring entah di mana. Semua minuman disajikan dalam cangkir plastik. Meskipun ini warung kopi, saya memesan teh.

kafe bengawan solo bandara soekarno hatta

Pagi di Bandara

06 Aug 2009 | Paman Tyo (12)

Penerbangan pagi berarti bangun sangat pagi, mandi lebih dini, akan menyiksa jika malam sebelumnya kurang tidur. Ketergesaan membuat metabolisme tak lancar, perut tak enak, tapi jika langsung menenggak kopi (yang asamnya tinggi pula) akan mulas. Teh adalah teman pagi yang enak. Tidak bikin mulas. Kenapa tak berangkat siang? Akan lebih banyak waktu terbuang.

kafe parai bandara soekarno-hatta