10 Aug 2009 |
Paman Tyo (12)

Perjalanan melelahkan dari Ponorogo. Kebetulan sejak sebelum berangkat saya sudah memutuskan untuk istirahat barang selama di Solo, daripada terburu-buru mengejar pesawat terakhir dari Ponorogo. Maka tibalah saya di hotel itu, langsung go show. Untung ada kamar, harga diskon pula. Begitu selesai check in, tapi belum masuk kamar, saya duduk di lobi memesan teh hangat. Gula tak saya pakai. Lelah pun, untuk sementara, agak berkurang. Saya juga sudah memutuskan untuk mendekam di kamar. Rehat, kerja, rehaaaatttt…
06 Aug 2009 |
Paman Tyo (12)
Pagi tiba di Yogya. Jemputan sudah siap. Langsung merapat ke Hotel Santika. Untuk rapat dengan sebuah tim. Di kafe itu, pada suatu malam, saya pernah diajak melewatkan oleh kakak saya, untuk kemudian pindah ke kota lain. Seperti biasa di sana dia pun menyanyi oldies dan light jazz yang evergreen. Orang-orang kafe dan homeband sudah hapal dia dan selalu mempersilakannya untuk menyanyi. Kakak saya sudah tiada, meninggal pas Natal tahun lalu. Tanggal 4 Agustus kemarin, kalau dia masih hidup, genap 53 tahun.

29 Jan 2009 |
kertas tulis (17)

Bermenit-menit kupandangi foto cangkir dan kemasan gula itu. Rasanya semua kenangan tengah memusuhiku, sehingga sulit untuk diungkapkan. Apa yang terjadi? Kurasa bukan sempitnya kamar itu yang telah mengungkung perasaanku, bukan pula pengap dan lembap yang samar menyapa indra penciumanku. Ah, aku ingat, buatmu itu sungguh mengganggu.
Malam itu, kamu melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukan oleh orang lain untukku. Sesuatu yang sebelumnya selalu kulakukan sendiri. Sebentuk perhatian intim yang manis dan menegangkan. Kupikir, tidak semua laki-laki pernah atau mau melakukan hal itu pada pasangannya.
“Di kamar tak disediakan sendok. Aku bingung bagaimana mengaduk minuman tanpa sendok,” kataku. Kamu menghibur tanpa mengeluh, “Pakai cara pramuka.” Kuikuti saranmu, sambil membayangkan kekonyolan anak remaja di sekolah dulu. Aku tersenyum membayangkan masa-masa itu. Tiba-tiba mataku basah, napasku terasa sesak. Baru setelah beberapa saat aku merasa tenang kembali. Mungkin aku yang berlebihan. Siapa yang tahu, di dunia ini ada jutaan orang pernah mengaduk minuman dengan gagang sikat gigi, untuk diberikan pada seseorang yang paling dia kasihi?