Pagi Saat Kota Sepi

01 Oct 2008 | Paman Tyo (12)

Sabtu 27 September. Bukan hari kerja. Suasana libur jelang Lebaran kian terasa. Jakarta menyepi. Apalagi pagi sekitar setengah tujuh. Perut lapar menuntut ganjal. Misalkan sudah siang, mendapatkan warung buka pun sulit. Akhirnya bersua kedai donat 24 jam. Si kecil tak kelaparan. Pagi itu lama-lama kedainya ramai. Banyak orang sarapan. Sebagian membawa anak. Tapi ini perut Jawa. Lebih enak sarapan dengan nasi. Bukan kroisan dengan teh ala Inggris. Teh pagi yang tentu saja butuh gula. Selebihnya adalah melalap setumpuk koran yang dibeli dari pengasong di jalan. Untuk mengisi saat menunggu. Si kecil terus membaca majalah yang dibawa dari rumah.

Kopdar untuk Bisnis

09 Sep 2008 | Paman Tyo (12)

Untuk kedua kalinya saya bersua dengannya, setelah sebelumnya hanya berkabar via e-mail dan SMS. Dia blogger, saya juga. Jumpa pertama sepekan sebelumnya, dalam sebuah acara yang lagi-lagi diselenggarakan oleh dotcomers yang sebagian besar bloggers. Serampung acara dia singgah ke markas saya, kemudian dia dan tamu satunya (yang juga baru ketemu pertama kali setelah sebelumnya hanya ber-e-mail-an) saya antar ke tempat blogger nongkrong saban Jumat malam.

raja\'s cafe @ senayan city jakarta

Tentang pertemuan kedua, pada suatu malam di Senayan City Jakarta, bukan di Bali, itu berbau bisnis — tapi bau uangnya belum meruap. Dia melakukan presentasi dari laptopnya. Itu pun dengan was-was, “Nggak enak kalo logo kantor (pada presentasi) saya dilihat orang.”

Bukan Ceramah maupun Debat

13 Aug 2008 | Dul Gepuk (4)

Suatu sore yang panas. Oakwood. Mega Kuningan. Jakarta. Saya bertemu seorang lawyer yang juga blogger. Tak ada ceramah — karena dia bukan penceramah. Tiada debat — karena saya tak paham hukum. Hanya obrolan tentang blog dan blog. Sesekali ada canda. Selebihnya adalah melakukan sesuatu, yang bermanfaat untuk bloggers. :)

izzi pizza oakwood mega kuningan jakarta