tidak semua bisa diingat, kecuali..

13 Oct 2008 | kertas tulis (24)

 

Kemasan gula ini sepertinya sudah lama sekali terselip di laci meja kerjaku. Tidak ada nama atau merek yang bisa membantuku mengingat-ingat. Entah berasal dari resto atau kafe mana, atau hotel apa, aku lupa. Akan tetapi, aku tidak pernah lupa malam pertemuan pertama kita, sekitar tiga tahun yang lalu. Hari-hari sebelumnya adalah antisipasi penuh tanya dan keraguan. Hari-hari setelahnya adalah motivasi dan pengharapan.

Aku lupa, ini gula dari mana. Dan kemasan gula ini bukan kenang-kenangan perjumpaan malam itu. Tapi aku tidak lupa betapa aku berusaha mengingat-ingat aroma tubuhmu. Juga keinginan untuk menutup perpisahan dengan kecupan di pipi yang urung karena aku ragu.

jelang terbang

25 Jul 2008 | masagus (2)

gula terbalik agar tempat tak dikenal pembaca

tiga jam lagi — “aku keburu,” katamu
masih ada waktu, kataku
bukankah kau pilih tempat dekat bandara agar tiada gegas berlebih?
tiga jam lagi — “harus check in dulu sejam sebelumnya kan?”
masih ada waktu untuk lemon tea panas seduhan sendiri, kataku
tiga jam lagi — “sekali-sekali temanilah aku sampai ke kotaku, mas…”
tidak, oh tidak
aku harus tetap di sini
ada banyak pekerjaan
untuk aktualisasi…
untuk organisasi…

“dan anak bini!” katamu sambil menahan tawa

boiler embuskan uap putih
mendidih
seperti kamu tadi

tiga jam lagi — “ahh nggak ada waktu, masa sih harus cetak kilat?”

kita tertawa

biarlah hasrat yang tersisa kita tabung untuk jumpa selanjutnya

Gula yang mana, tanyamu ;)

11 Jul 2008 | Drustajumna Legawa (4)

gula-gula tak selamanya manis, kadang asam bahkan pahit

Laura Figy maumu. Oh, tidak. Aku memilihkan Diana Krall untukmu. Website dia juga ungu kan? Seperti kantong-kantong ini. The Girl in Another Room. Kau tersenyum. Meledek atau merayu, tanyamu. Terlalu sering kita bercanda. Yang serius dibalut gurauan. Juga tentang ini: kenapa aku di ruangmu — seperti juga tiga bulan silam.