06 Aug 2009 |
Paman Tyo (12)
Penerbangan pagi berarti bangun sangat pagi, mandi lebih dini, akan menyiksa jika malam sebelumnya kurang tidur. Ketergesaan membuat metabolisme tak lancar, perut tak enak, tapi jika langsung menenggak kopi (yang asamnya tinggi pula) akan mulas. Teh adalah teman pagi yang enak. Tidak bikin mulas. Kenapa tak berangkat siang? Akan lebih banyak waktu terbuang.

19 Aug 2008 |
Paman Tyo (12)

Saya dan rombongan menginap di Wisma Djoglo, Yogya, untuk acara peluncuran Cerpenista. Tiba sudah petang, begitu masuk kamar langsung disodori kopi hangat (bukan panas). Saya pikir lumayan juga layanan tempat lama di timur kota ini. Ternyata setelahnya pesanan demi pesanan minuman selalu lama selesainya. Teh dan kopi paling cepat 20 menit. Entah berapa lama lagi untuk teh poci — misalkan ada. Selebihnya adalah perjalanan berkereta api yang melelahkan (pergi-pulang), Ndoro Bedhes yang ketinggalan pesawat, dan gayeng-gayengan bareng teman-teman seusai acara. Yang penting senang — terutama selama di Yogya.
25 Jul 2008 |
masagus (2)

tiga jam lagi — “aku keburu,” katamu
masih ada waktu, kataku
bukankah kau pilih tempat dekat bandara agar tiada gegas berlebih?
tiga jam lagi — “harus check in dulu sejam sebelumnya kan?”
masih ada waktu untuk lemon tea panas seduhan sendiri, kataku
tiga jam lagi — “sekali-sekali temanilah aku sampai ke kotaku, mas…”
tidak, oh tidak
aku harus tetap di sini
ada banyak pekerjaan
untuk aktualisasi…
untuk organisasi…
“dan anak bini!” katamu sambil menahan tawa
boiler embuskan uap putih
mendidih
seperti kamu tadi
tiga jam lagi — “ahh nggak ada waktu, masa sih harus cetak kilat?”
kita tertawa
biarlah hasrat yang tersisa kita tabung untuk jumpa selanjutnya