Lamunan Es Krim

26 Mar 2010 | kertas tulis (24)

Pada sepenggal Jumat sore yang muram dan dingin. Andai kamu bisa datang dengan kulit kecokelatanmu, langkah tergesamu, senyum lebarmu dan kecupan hangat di pipiku.

Dari Sebuah Serambi

13 Nov 2009 | kertas tulis (24)

Kalau kelak kau berkunjung lagi ke kotaku, Lelaki berkulit cokelat, akan kuajak kau menikmati kopi Gayo atau Javanica di kedai yang terletak di sebuah serambi pertokoan. Lalu menikmati lalu lalang manusia di pelataran dari balik jendela kedai. Sudah tiga dasawarsa lebih aku tinggal di kota ini, namun setiap kali aku mampir di pertokoan ini, jarang sekali kutemukan wajah-wajah yang kukenal dulu. Mungkin wajah-wajah itu sudah pindah ke kota lain, atau telah berubah sebegitu rupa hingga sulit untuk kukenali.

Kalau kelak kau berkunjung lagi ke kotaku, Lelaki berkulit cokelat, akan kuajak kau menapaki tepi jalan yang ditumbuhi pohon flamboyan. Jalan yang konon mengundang banyak wisatawan lokal karena dipenuhi tempat jajanan. Jalan yang memiliki sebuah taman mungil tempat aku bermain semasa kecil.

Kalau kelak kau berkunjung lagi ke kotaku, Lelaki berkulit cokelat, akan kuajak kau menyaksikan gedung-gedung tua yang menyimpan cerita lama. Gedung-gedung yang seakan membanggakan kekuatan struktur peninggalan Belanda. Gedung-gedung yang adakalanya terlihat rentan ketika harus melawan pergantian zaman.

Kelak, kalau kau berkunjung lagi ke kotaku.

Antara Tubruk dan French Press

13 Nov 2009 | kertas tulis (24)

Semenjak kebiasaan minum kopi berkembang menjadi sebuah bagian dari gaya hidup, kudapati keasyikan lain berupa pengamatan terhadap berbagai penyajian minuman wangi ini. Mulai dari yang harus mengantre sendiri minuman kopi dingin dalam gelas kertas (ehem!), sampai yang disediakan French press sendiri untuk pembeli. Buatku, minum kopi dengan French press lebih mantap ketimbang menyeruput hasil dari mesin kopi yang biasanya dihasilkan setetes demi setetes melewati kertas saring. Kopi yang diseduh dalam French press mendekati kopi tubruk, hanya saja sedikit sekali bubuk kopi yang akan ikut tertuang di cangkir karena tertahan penyaring.