Teh Tawar Salihara

16 Aug 2009 | Paman Tyo (12)

Kadang saya menikmatin teh melati Jawa tanpa gula. Kalau pun pakai ya sedikit saja. Akibatnya gula yang disertakan pun tak terpakai. Yang jelas, di Kedai Salihara, Jakarta Selatan, kantong gulanya belum berdesain khusus. Mungkin kelak dirancang khusus, menyertai cemilan yang dikemas khusus — yang saya gemari adalah gadung. Yang terpotret ini keripik pisang, pesanan kedua anak saya.

teh kedai salihara

Solo, pada Suatu Sore

10 Aug 2009 | Paman Tyo (12)

novotl solo

Perjalanan melelahkan dari Ponorogo. Kebetulan sejak sebelum berangkat saya sudah memutuskan untuk istirahat barang selama di Solo, daripada terburu-buru mengejar pesawat terakhir dari Ponorogo. Maka tibalah saya di hotel itu, langsung go show. Untung ada kamar, harga diskon pula. Begitu selesai check in, tapi belum masuk kamar, saya duduk di lobi memesan teh hangat. Gula tak saya pakai. Lelah pun, untuk sementara, agak berkurang. Saya juga sudah memutuskan untuk mendekam di kamar. Rehat, kerja, rehaaaatttt…

Merapat, Rapat

06 Aug 2009 | Paman Tyo (12)

Pagi tiba di Yogya. Jemputan sudah siap. Langsung merapat ke Hotel Santika. Untuk rapat dengan sebuah tim. Di kafe itu, pada suatu malam, saya pernah diajak melewatkan oleh kakak saya, untuk kemudian pindah ke kota lain. Seperti biasa di sana dia pun menyanyi oldies dan light jazz yang evergreen. Orang-orang kafe dan homeband sudah hapal dia dan selalu mempersilakannya untuk menyanyi.  Kakak saya sudah tiada, meninggal pas Natal tahun lalu. Tanggal 4 Agustus kemarin, kalau dia masih hidup, genap 53 tahun.

hotel santika yogyakarta