<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>kantongrasa.com</title>
	<atom:link href="http://kantongrasa.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kantongrasa.com</link>
	<description>kemasan gula (dan garam, merica, lainnya)</description>
	<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 05:25:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Dua Malam Bagimu</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2011/01/06/dua-malam-bagimu/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2011/01/06/dua-malam-bagimu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 05:25:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[
+ &#8220;Dua malam di bersamamu di kotamu waktu itu benar-benar indah.&#8221;
- &#8220;Bukan hanya dua malam itu. Setiap pertemuan denganmu selalu indah, walaupun hanya beberapa jam, sekadar mengobrol dan minum wedang bersama.&#8221;
Tatapanmu yang membelai wajahku akan selalu lebih indah bila dilihat langsung, ketimbang berjam-jam mengobrol secara maya sembari memandangi layar tak bernyawa.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://i987.photobucket.com/albums/ae356/emberfoto_2009/macchiatoedit.jpg" alt="" /></p>
<p>+ &#8220;Dua malam di bersamamu di kotamu waktu itu benar-benar indah.&#8221;</p>
<p>- &#8220;Bukan hanya dua malam itu. Setiap pertemuan denganmu selalu indah, walaupun hanya beberapa jam, sekadar mengobrol dan minum wedang bersama.&#8221;</p>
<p>Tatapanmu yang membelai wajahku akan selalu lebih indah bila dilihat langsung, ketimbang berjam-jam mengobrol secara maya sembari memandangi layar tak bernyawa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2011/01/06/dua-malam-bagimu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lamunan Kopi yang Kurang Pekat</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2010/12/01/lamunan-kopi-yang-kurang-pekat/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2010/12/01/lamunan-kopi-yang-kurang-pekat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Nov 2010 17:16:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Kencan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[
Dering telepon membangunkanku pagi itu. Pukul 09.50. Suara ramah petugas di ujung sana menanyakan apakah aku sudah sarapan. Kujawab bahwa aku tidak sarapan, untuk singkatnya. Ucapan terima kasih, lantas telepon kututup. Masih ada bungkus terakhir kopi instan, krim dan gula. Aku malas pesan sarapan di kamar, karena itu berarti aku harus berpakaian lengkap untuk menerima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://i987.photobucket.com/albums/ae356/emberfoto_2009/kopiamos.jpg" alt="" width="427" height="320" /></p>
<p>Dering telepon membangunkanku pagi itu. Pukul 09.50. Suara ramah petugas di ujung sana menanyakan apakah aku sudah sarapan. Kujawab bahwa aku tidak sarapan, untuk singkatnya. Ucapan terima kasih, lantas telepon kututup. Masih ada bungkus terakhir kopi instan, krim dan gula. Aku malas pesan sarapan di kamar, karena itu berarti aku harus berpakaian lengkap untuk menerima antaran.</p>
<p>Sambil menunggu air di ketel listrik mendidih, aku duduk memandangi puntung dan abu rokokmu di pisin. &#8220;Maaf, ya. Aku tidak minta kamar <em>smoking</em>, terus terang aku tidak yakin apa kamu akan datang malam ini,&#8221; ucapku semalam. Sebetulnya aku tidak yakin apa aku harus minta maaf, toh kamu dan aku sama-sama tidak tahu, kamu akan tidur di mana, menemaniku atau tidak. &#8220;Tidak apa-apa.&#8221; Seperti biasa kamu selalu sopan. &#8220;Tapi maaf, aku tidak bisa sampai pagi.&#8221; Seperti biasa aku merasa seolah jatuh berdebam di tanah setelah dilambungkan tinggi-tinggi, lalu berdiri, membersihkan debu dan luka di tubuh, untuk kembali berlalu seolah tidak ada apa-apa.</p>
<p>&#8220;Kamu menikmati kebebalanmu, karena itulah eksistensimu,&#8221; begitu katamu suatu hari lewat surel, setelah semua yang ingin kukatakan kutuliskan padamu. Kata-katamu jarang begitu menyakitkan, namun entah mengapa aku merasa plong setelah mendengar itu. Mungkin kamu benar, itulah keberadaanku, perempuan bebal yang menikmati rasa sakit yang kuciptakan sendiri. Sebab terus terang, rasa nikmat yang pernah kucicipi seumur-umur, tidak pernah terasa begitu nyata dan berbekas. Dalam rasa sakit, aku tahu aku hidup dan merasa sadar. Atau mungkin karena terbiasa sakit, justru aku tidak tahu yang nikmat itu seperti apa? Entahlah.</p>
<p>Kopi pagi ini kurang pekat, toh tetap juga kureguk. Samar-samar kuingat bisikan semalam darimu, &#8220;Kamu mencintaiku, tapi aku tidak bisa mencintaimu.&#8221; Tanpa banyak berkata-kata, kita menjelajahi tubuh satu sama lain sampai menjelang subuh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2010/12/01/lamunan-kopi-yang-kurang-pekat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nasi Goreng Obama</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2010/11/12/nasi-goreng/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2010/11/12/nasi-goreng/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 15:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[nasi goreng]]></category>

		<category><![CDATA[obama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[
Mungkin karena Obama. Menjelang tengah malam itu, seusai menonton dia berpidato di TV dan menyebutkan &#8220;nasi goreng&#8221; dengan fasihnya, tiba-tiba aku kepingin. Astaga. Orang itu benar-benar memikat hati dunia dan sangat berpengaruh, hingga memperbaiki selera makanku yang beberapa hari ini memburuk. Benarkah? Atau ada sebab lain?
Kutekan tombol 3 untuk room service. Tak sampai setengah jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://i987.photobucket.com/albums/ae356/emberfoto_2009/nasigoreng.jpg" alt="" /></p>
<p style="justify;">Mungkin karena Obama. Menjelang tengah malam itu, seusai menonton dia berpidato di TV dan menyebutkan &#8220;nasi goreng&#8221; dengan fasihnya, tiba-tiba aku <em>kepingin</em>. Astaga. Orang itu benar-benar memikat hati dunia dan sangat berpengaruh, hingga memperbaiki selera makanku yang beberapa hari ini memburuk. Benarkah? Atau ada sebab lain?</p>
<p style="justify;">Kutekan tombol 3 untuk <em>room service</em>. Tak sampai setengah jam kemudian, nasi goreng hangat diantarkan. &#8221;Semoga nasi goreng makin naik pangkat setelah disinggung dalam pidato Orang Nomor Satu Dunia,&#8221; ujarku pada diri sendiri sambil menghirup aroma nasi. Ah, <em>lebay</em>. Kenapa juga ikut-ikutan <em>lebay </em>seperti semua orang?</p>
<p style="justify;">Beberapa sendok kemudian, SMS-mu masuk. &#8220;Aku OTW. Belum makan. Tolong <em>pesenin</em> nasi goreng ya.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2010/11/12/nasi-goreng/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kopi Pagi, Lelaki Pagi</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2010/06/11/kopi-pagi-lelaki-pagi/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2010/06/11/kopi-pagi-lelaki-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 05:03:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[kafeina]]></category>

		<category><![CDATA[kopi luwak]]></category>

		<category><![CDATA[paradoxurus hermaphroditus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[
Apa ya, yang dicari orang ketika meneguk secangkir kopi? Aromanya yang wangi dan lembut membelai indra penciuman sejak ketika kita menyeduhnya? Rasa pekat bernuansa asam yang memanjakan ujung lidah hingga pangkal kerongkongan? Atau, kandungan kafeina yang menyegarkan dan konon membikin kita ketagihan?
Nikmat, sungguh nikmat. Bukan hanya karena pagi itu aku perlu ekstra kafeina. Juga bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://i987.photobucket.com/albums/ae356/emberfoto_2009/kopiluwak.jpg" alt="" /></p>
<p>Apa ya, yang dicari orang ketika meneguk secangkir kopi? Aromanya yang wangi dan lembut membelai indra penciuman sejak ketika kita menyeduhnya? Rasa pekat bernuansa asam yang memanjakan ujung lidah hingga pangkal kerongkongan? Atau, kandungan kafeina yang menyegarkan dan konon membikin kita ketagihan?</p>
<p>Nikmat, sungguh nikmat. Bukan hanya karena pagi itu aku perlu ekstra kafeina. Juga bukan sekadar penasaran mencicipi rasa pilihan alam. Kamu tentu tahu, alam punya kemampuan istimewa untuk memilih yang terbaik, kemampuan yang kadang tak terjangkau melalui otak kecil manusia.</p>
<p>Kopi ini mungkin lebih cocok diminum sore hari, sebagai penghilang penat, bukan pembangkit semangat. Namun, tak apa, buatku batasan waktu hanya membuat kesempurnaan tak lagi bisa dinikmati. Kopi hitam pekat yang <em>woody</em> dengan sebungkus kecil gula pasir, melengkapi pagi menjelang siangku yang sempurna bersamamu, sang lelaki pagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2010/06/11/kopi-pagi-lelaki-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Obrolan yang Terselip</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2010/05/28/obrola-yang-terselip/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2010/05/28/obrola-yang-terselip/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 17:11:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[erotis]]></category>

		<category><![CDATA[fantasi]]></category>

		<category><![CDATA[imajinasi]]></category>

		<category><![CDATA[mengarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[
+ Kamu nggak menulis pengalaman dan fantasimu buat situs erotis itu? Kan bahasa Inggris-mu bagus&#8230;
- Ah Mas.. I&#8217;m not that good actually.. Lagian slank-nya gak paham
+ Lagian buang waktu kan, ya? Tujuannya cari bahan buat fantasi kok malah nulis. Kecuali dibayar kali ya, sebagai penulis?
- Bukan, aku kurang imajinatif. Kalau aku kreatif, pasti cepat bikin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://i987.photobucket.com/albums/ae356/emberfoto_2009/gulasantika.jpg" alt="" /></p>
<p>+ Kamu nggak menulis pengalaman dan fantasimu buat situs erotis itu? Kan bahasa Inggris-mu bagus&#8230;</p>
<p>- Ah Mas.. I&#8217;m not that good actually.. Lagian <em>slank</em>-nya gak paham</p>
<p>+ Lagian buang waktu kan, ya? Tujuannya cari bahan buat fantasi kok malah nulis. Kecuali dibayar kali ya, sebagai penulis?</p>
<p>- Bukan, aku kurang imajinatif. Kalau aku kreatif, pasti cepat bikin tulisan. Kadang seperti yang dulu itu, menulis bisa bikin *** juga, soalnya membayangkan&#8230;</p>
<p>+ Nggak dibikin puisi?</p>
<p>- Puisi&#8230; jadinya subtil dong. Nggak <em>hardcore</em> lagi&#8230; Meskipun ada juga puisi yang bikin imajinasi meliar ke mana2..</p>
<p>+ <img src='http://kantongrasa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2010/05/28/obrola-yang-terselip/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Setelah Menunda Lapar</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2010/05/13/setelah-menunda-lapar/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2010/05/13/setelah-menunda-lapar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 14:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[Kencan]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[impulsif]]></category>

		<category><![CDATA[kfc]]></category>

		<category><![CDATA[lapar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[

Lapar. Itulah kunci menuju kenikmatan ketika bersantap. Selezat apa pun makanan, kalau kita melahapnya ketika kenyang, kenikmatan akan berkurang. Sebaliknya, makanan yang tadinya terkesan biasa justru akan terasa nikmat bila disantap dengan perut yang kelaparan.
Kenikmatan yang kadang tak terduga datang setelah sekian lama. Kali ini, aku berusaha tidak memikirkan atau mencari jawab tentang sesuatu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="center;"><img class="alignnone aligncenter" src="http://i987.photobucket.com/albums/ae356/emberfoto_2009/KFC.jpg" alt="" /></p>
<p style="center;">
<p style="center;">Lapar. Itulah kunci menuju kenikmatan ketika bersantap. Selezat apa pun makanan, kalau kita melahapnya ketika kenyang, kenikmatan akan berkurang. Sebaliknya, makanan yang tadinya terkesan biasa justru akan terasa nikmat bila disantap dengan perut yang kelaparan.</p>
<p style="center;">Kenikmatan yang kadang tak terduga datang setelah sekian lama. Kali ini, aku berusaha tidak memikirkan atau mencari jawab tentang sesuatu yang sulit dijelaskan dan begitu impulsif. Di kepalaku muncul suara samar-samar, &#8220;Nikmati saja. Tak usah dipikirkan.&#8221;</p>
<p style="justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2010/05/13/setelah-menunda-lapar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lamunan Es Krim</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2010/03/26/lamunan-es-krim/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2010/03/26/lamunan-es-krim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 07:49:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[es krim]]></category>

		<category><![CDATA[gelato]]></category>

		<category><![CDATA[senayan city]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[
Pada sepenggal Jumat sore yang muram dan dingin. Andai kamu bisa datang dengan kulit kecokelatanmu, langkah tergesamu, senyum lebarmu dan kecupan hangat di pipiku.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="center;"><img class="alignnone aligncenter" src="http://i987.photobucket.com/albums/ae356/emberfoto_2009/gulagelato.jpg" alt="" /></p>
<p>Pada sepenggal Jumat sore yang muram dan dingin. Andai kamu bisa datang dengan kulit kecokelatanmu, langkah tergesamu, senyum lebarmu dan kecupan hangat di pipiku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2010/03/26/lamunan-es-krim/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Sebuah Serambi</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2009/11/13/dai-sebuah-serambi/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2009/11/13/dai-sebuah-serambi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 13:46:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[serambi cafe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[

Kalau kelak kau berkunjung lagi ke kotaku, Lelaki berkulit cokelat, akan kuajak kau menikmati kopi Gayo atau Javanica di kedai yang terletak di sebuah serambi pertokoan. Lalu menikmati lalu lalang manusia di pelataran dari balik jendela kedai. Sudah tiga dasawarsa lebih aku tinggal di kota ini, namun setiap kali aku mampir di pertokoan ini, jarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="center;"><img class="alignnone aligncenter" src="http://i987.photobucket.com/albums/ae356/emberfoto_2009/serambi.jpg" alt="" /></p>
<p style="center;">
<p style="center;">Kalau kelak kau berkunjung lagi ke kotaku, Lelaki berkulit cokelat, akan kuajak kau menikmati kopi Gayo atau Javanica di kedai yang terletak di sebuah serambi pertokoan. Lalu menikmati lalu lalang manusia di pelataran dari balik jendela kedai. Sudah tiga dasawarsa lebih aku tinggal di kota ini, namun setiap kali aku mampir di pertokoan ini, jarang sekali kutemukan wajah-wajah yang kukenal dulu. Mungkin wajah-wajah itu sudah pindah ke kota lain, atau telah berubah sebegitu rupa hingga sulit untuk kukenali.</p>
<p style="center;">Kalau kelak kau berkunjung lagi ke kotaku, Lelaki berkulit cokelat, akan kuajak kau menapaki tepi jalan yang ditumbuhi pohon flamboyan. Jalan yang konon mengundang banyak wisatawan lokal karena dipenuhi tempat jajanan. Jalan yang memiliki sebuah taman mungil tempat aku bermain semasa kecil.</p>
<p style="center;">Kalau kelak kau berkunjung lagi ke kotaku, Lelaki berkulit cokelat, akan kuajak kau menyaksikan gedung-gedung tua yang menyimpan cerita lama. Gedung-gedung yang seakan membanggakan kekuatan struktur peninggalan Belanda. Gedung-gedung yang adakalanya terlihat rentan ketika harus melawan pergantian zaman.</p>
<p style="center;">Kelak, kalau kau berkunjung lagi ke kotaku.</p>
<p style="center;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2009/11/13/dai-sebuah-serambi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Tubruk dan French Press</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2009/11/13/antara-kopi-tubruk-dan-french-pres/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2009/11/13/antara-kopi-tubruk-dan-french-pres/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 18:07:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[french press]]></category>

		<category><![CDATA[kopi tubruk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[

Semenjak kebiasaan minum kopi berkembang menjadi sebuah bagian dari gaya hidup, kudapati keasyikan lain berupa pengamatan terhadap berbagai penyajian minuman wangi ini. Mulai dari yang harus mengantre sendiri minuman kopi dingin dalam gelas kertas (ehem!), sampai yang disediakan French press sendiri untuk pembeli. Buatku, minum kopi dengan French press lebih mantap ketimbang menyeruput hasil dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="center;"><img class="alignnone aligncenter" src="http://i987.photobucket.com/albums/ae356/emberfoto_2009/gulapasir.jpg" alt="" /></p>
<p style="center;">
<p style="justify;">Semenjak kebiasaan minum kopi berkembang menjadi sebuah bagian dari gaya hidup, kudapati keasyikan lain berupa pengamatan terhadap berbagai penyajian minuman wangi ini. Mulai dari yang harus mengantre sendiri minuman kopi dingin dalam gelas kertas (ehem!), sampai yang disediakan <em>French press</em> sendiri untuk pembeli. Buatku, minum kopi dengan <em>French press</em> lebih mantap ketimbang menyeruput hasil dari mesin kopi yang biasanya dihasilkan setetes demi setetes melewati kertas saring. Kopi yang diseduh dalam <em>French </em><em>press</em> mendekati kopi tubruk, hanya saja sedikit sekali bubuk kopi yang akan ikut tertuang di cangkir karena tertahan penyaring.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2009/11/13/antara-kopi-tubruk-dan-french-pres/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Teh Aneka Rasa</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2009/10/03/teh-aneka-rasa/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2009/10/03/teh-aneka-rasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 10:00:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[teh rasa buah]]></category>

		<category><![CDATA[tong tji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[
Kemasan teh berwarna-warni meriah ini memikat perhatianku. Sekarang sejumlah merek teh mulai bersaing menampilkan teh rasa aneka buah segar, antara lain teh Sari Wangi dan Tong Tji.  Sampai beberapa waktu lalu, pilihan rasa teh selain rasa asli (juga teh hitam dan teh hijau) hanyalah teh melati. Sejumlah teh juga ada yang beraroma vanili.
Teh Tong Tji [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://i987.photobucket.com/albums/ae356/emberfoto_2009/tongtji.jpg" alt="teh tong tji rasa buah" /></p>
<p style="justify;">Kemasan teh berwarna-warni meriah ini memikat perhatianku. Sekarang sejumlah merek teh mulai bersaing menampilkan teh rasa aneka buah segar, antara lain teh Sari Wangi dan Tong Tji.  Sampai beberapa waktu lalu, pilihan rasa teh selain rasa asli (juga teh hitam dan teh hijau) hanyalah teh melati. Sejumlah teh juga ada yang beraroma vanili.</p>
<p style="justify;">Teh Tong Tji aneka buah ini juga dilengkapi gula pasir <em>sachet</em>. Ini di luar kelaziman, karena dus kemasan biasanya hanya diisi teh celup.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2009/10/03/teh-aneka-rasa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Teh Tawar Salihara</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2009/08/16/teh-tawar-salihara/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2009/08/16/teh-tawar-salihara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 14:55:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paman Tyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[Tak penting]]></category>

		<category><![CDATA[camilan]]></category>

		<category><![CDATA[cemilan]]></category>

		<category><![CDATA[gadung]]></category>

		<category><![CDATA[salihara]]></category>

		<category><![CDATA[teh melati jawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Kadang saya menikmatin teh melati Jawa tanpa gula. Kalau pun pakai ya sedikit saja. Akibatnya gula yang disertakan pun tak terpakai. Yang jelas, di Kedai Salihara, Jakarta Selatan, kantong gulanya belum berdesain khusus. Mungkin kelak dirancang khusus, menyertai cemilan yang dikemas khusus &#8212; yang saya gemari adalah gadung. Yang terpotret ini keripik pisang, pesanan kedua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kadang saya menikmatin teh melati Jawa tanpa gula. Kalau pun pakai ya sedikit saja. Akibatnya gula yang disertakan pun tak terpakai. Yang jelas, di Kedai <a href="http://www.salihara.org/" target="_blank">Salihara</a>, Jakarta Selatan, kantong gulanya belum berdesain khusus. Mungkin kelak dirancang khusus, menyertai cemilan yang dikemas khusus &#8212; yang saya gemari adalah gadung. Yang terpotret ini keripik pisang, pesanan kedua anak saya.</p>
<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/memo/kantongrasa-salihara.jpg" alt="teh kedai salihara" width="400" height="303" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2009/08/16/teh-tawar-salihara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Solo, pada Suatu Sore</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2009/08/10/solo-pada-suatu-sore/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2009/08/10/solo-pada-suatu-sore/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 15:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paman Tyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[bengawan]]></category>

		<category><![CDATA[blogger warok]]></category>

		<category><![CDATA[novotel]]></category>

		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>

		<category><![CDATA[solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[
Perjalanan melelahkan dari Ponorogo. Kebetulan sejak sebelum berangkat saya sudah memutuskan untuk istirahat barang selama di Solo, daripada terburu-buru mengejar pesawat terakhir dari Ponorogo. Maka tibalah saya di hotel itu, langsung go show. Untung ada kamar, harga diskon pula. Begitu selesai check in, tapi belum masuk kamar, saya duduk di lobi memesan teh hangat. Gula [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/memo/kantongrasa-novotelsolo.jpg" alt="novotl solo" width="400" height="400" /></p>
<p>Perjalanan melelahkan dari Ponorogo. Kebetulan sejak sebelum berangkat saya sudah memutuskan untuk istirahat barang selama di Solo, daripada terburu-buru mengejar pesawat terakhir dari Ponorogo. Maka tibalah saya di hotel itu, langsung go show. Untung ada kamar, harga diskon pula. Begitu selesai check in, tapi belum masuk kamar, saya duduk di lobi memesan teh hangat. Gula tak saya pakai. Lelah pun, untuk sementara, agak berkurang. Saya juga sudah memutuskan untuk mendekam di kamar. Rehat, kerja, rehaaaatttt&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2009/08/10/solo-pada-suatu-sore/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bengawan Solo</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2009/08/06/bengawan-solo/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2009/08/06/bengawan-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 12:13:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paman Tyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[bandara]]></category>

		<category><![CDATA[bengawan solo]]></category>

		<category><![CDATA[seokarno-hatta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Bengawan Solo akhirnya identik dengan lagu ciptaan Gesang, terutama bagi orang Jepang. Di salah cabangnya, di Bandara Soekarno-Hatta, saya melewatkan sore sambil menunggu anak pulang dari Bangkok. Sebuah kedai yang mungil, dengan dapur yang sangat kompak, wajan penggoreng hanya satu setengaj jengkal kali sejengkal, pramusajinya hanya satu,  karena dia tak perlu mencuci gelas &#8212; tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bengawan Solo akhirnya identik dengan lagu ciptaan Gesang, terutama bagi orang Jepang. Di salah cabangnya, di Bandara Soekarno-Hatta, saya melewatkan sore sambil menunggu anak pulang dari Bangkok. Sebuah kedai yang mungil, dengan dapur yang sangat kompak, wajan penggoreng hanya satu setengaj jengkal kali sejengkal, pramusajinya hanya satu,  karena dia tak perlu mencuci gelas &#8212; tapi masih mencuci piring entah di mana. Semua minuman disajikan dalam cangkir plastik. Meskipun ini warung kopi, saya memesan teh.</p>
<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/memo/kantongrasa-bengawansolo.jpg" alt="kafe bengawan solo bandara soekarno hatta" width="400" height="169" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2009/08/06/bengawan-solo/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Keisengan</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2009/08/06/keisengan/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2009/08/06/keisengan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 12:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paman Tyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[citos]]></category>

		<category><![CDATA[iseng]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[secret recipe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Kebetulan saya dan keluarga mendapatkan meja yang merapat ke dinding.  Makanan belum datang, keisengan saya sudah muncul. Wadah kantong gula saya pindahkan ke atas permukaan tonjolan dinding. Permukaan itu mendapatkan cahaya dari bawah sebagai cara untuk menonjolkan dekorasi ruangan. Dan inilah hasilnya. Sudut pengambilan yang lain pernah saya muat di Oh!.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/memo/kantongrasa-secretrecipe.jpg" alt="secret recipe citos jakarta" width="400" height="711" />Kebetulan saya dan keluarga mendapatkan meja yang merapat ke dinding.  Makanan belum datang, keisengan saya sudah muncul. Wadah kantong gula saya pindahkan ke atas permukaan tonjolan dinding. Permukaan itu mendapatkan cahaya dari bawah sebagai cara untuk menonjolkan dekorasi ruangan. Dan inilah hasilnya. Sudut pengambilan yang lain pernah saya muat di <a href="http://oh.blogombal.org/2009/07/11/apanya-yang-rahasia/" target="_blank">Oh!</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2009/08/06/keisengan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Merapat, Rapat</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2009/08/06/merapat-rapat/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2009/08/06/merapat-rapat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 11:59:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paman Tyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[kakak]]></category>

		<category><![CDATA[kenangan]]></category>

		<category><![CDATA[santika yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Pagi tiba di Yogya. Jemputan sudah siap. Langsung merapat ke Hotel Santika. Untuk rapat dengan sebuah tim. Di kafe itu, pada suatu malam, saya pernah diajak melewatkan oleh kakak saya, untuk kemudian pindah ke kota lain. Seperti biasa di sana dia pun menyanyi oldies dan light jazz yang evergreen. Orang-orang kafe dan homeband sudah hapal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi tiba di Yogya. Jemputan sudah siap. Langsung merapat ke Hotel Santika. Untuk rapat dengan sebuah tim. Di kafe itu, pada suatu malam, saya pernah diajak melewatkan oleh kakak saya, untuk kemudian pindah ke kota lain. Seperti biasa di sana dia pun menyanyi oldies dan light jazz yang evergreen. Orang-orang kafe dan homeband sudah hapal dia dan selalu mempersilakannya untuk menyanyi.  Kakak saya sudah tiada, meninggal pas Natal tahun lalu. Tanggal 4 Agustus kemarin, kalau dia masih hidup, genap 53 tahun.</p>
<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/memo/kantongrasa-santikayogya.jpg" alt="hotel santika yogyakarta" width="400" height="415" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2009/08/06/merapat-rapat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pagi di Bandara</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2009/08/06/pagi-di-bandara/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2009/08/06/pagi-di-bandara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 11:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paman Tyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[bandara]]></category>

		<category><![CDATA[parai]]></category>

		<category><![CDATA[soekarno-hatta]]></category>

		<category><![CDATA[terminal f]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Penerbangan pagi berarti bangun sangat pagi, mandi lebih dini, akan menyiksa jika malam sebelumnya kurang tidur. Ketergesaan membuat metabolisme tak lancar, perut tak enak, tapi jika langsung menenggak kopi (yang asamnya tinggi pula) akan mulas. Teh adalah teman pagi yang enak. Tidak bikin mulas. Kenapa tak berangkat siang? Akan lebih banyak waktu terbuang.

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penerbangan pagi berarti bangun sangat pagi, mandi lebih dini, akan menyiksa jika malam sebelumnya kurang tidur. Ketergesaan membuat metabolisme tak lancar, perut tak enak, tapi jika langsung menenggak kopi (yang asamnya tinggi pula) akan mulas. Teh adalah teman pagi yang enak. Tidak bikin mulas. Kenapa tak berangkat siang? Akan lebih banyak waktu terbuang.</p>
<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/memo/kantongrasa-parai.jpg" alt="kafe parai bandara soekarno-hatta" width="400" height="521" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2009/08/06/pagi-di-bandara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Waroeng Nostalgia</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2009/07/30/waroeng-nostalgia/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2009/07/30/waroeng-nostalgia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 12:16:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[hidangan tradisional]]></category>

		<category><![CDATA[mega kuningan]]></category>

		<category><![CDATA[waroeng kita]]></category>

		<category><![CDATA[wedang angsle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[
Belakangan ini kian banyak &#8220;warung modern&#8221; di ibu kota yang menyediakan minuman tradisional semacam wedang angsle atau wedang ronde. Seperti yang kukunjungi beberapa waktu lalu. Terik panas di luar tidak meredam keinginan untuk menyeruput wedang angsle, karena bagian dalam gedung perkantoran cenderung bersuhu seperti di pegunungan. Anomali.
Ketika memasuki sebuah warung modern yang menghidangkan berbagai santapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="center;"><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2009/07/waroeng.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-83 aligncenter" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2009/07/waroeng.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Belakangan ini kian banyak &#8220;warung modern&#8221; di ibu kota yang menyediakan minuman tradisional semacam wedang angsle atau wedang ronde. Seperti yang kukunjungi beberapa waktu lalu. Terik panas di luar tidak meredam keinginan untuk menyeruput wedang angsle, karena bagian dalam gedung perkantoran cenderung bersuhu seperti di pegunungan. Anomali.</p>
<p>Ketika memasuki sebuah warung modern yang menghidangkan berbagai santapan dan minuman tradisional, maka sebetulnya kita bukan lagi mencari rasa pemanja lidah. Sebuah cara baru untuk mengasah ingatan akan kenangan masa lalu. Nostalgia yang terbungkus nuansa tradisional.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2009/07/30/waroeng-nostalgia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ruang Hening di Selatan Jakarta</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2009/07/29/ruang-hening-di-selatan-jakarta/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2009/07/29/ruang-hening-di-selatan-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 00:12:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kamar]]></category>

		<category><![CDATA[Kencan]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[pejaten]]></category>

		<category><![CDATA[puri sawo manila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[
Masihkah kamu ingat pertemuan lima bulan yang lalu di kamar ini? Kita bercengkerama sampai pagi, membicarakan banyak hal sembari mengikis penat dan rindu. Di selatan ibu kota yang sesak, ternyata masih ada pula sebuah sudut yang adem dan cukup tenang. Aku datang lebih dulu dan menyiapkan minuman, lalu kamu menyusul selepas acara di sebuah teater yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="center;"><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2009/07/gulaku.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-82 aligncenter" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2009/07/gulaku.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p style="justify;">Masihkah kamu ingat pertemuan lima bulan yang lalu di kamar ini? Kita bercengkerama sampai pagi, membicarakan banyak hal sembari mengikis penat dan rindu. Di selatan ibu kota yang sesak, ternyata masih ada pula sebuah sudut yang adem dan cukup tenang. Aku datang lebih dulu dan menyiapkan minuman, lalu kamu menyusul selepas acara di sebuah teater yang hanya sepelemparan batu dari sana. Cerita-ceritamu tidak pernah membosankan dan nyaris selalu membuat orang lain terpancing untuk bertanya dan bertanya. Jangan salahkan aku kalau ingin selalu menagih kisah baru di sebuah kamar, karena tempat pertemuan lain selalu dibatasi waktu dan kebisingan.</p>
<p style="justify;">&#8220;Aku kangen ngobrol ngalor ngidul panjang lebar denganmu,&#8221; kataku.</p>
<p style="justify;">&#8220;Suatu saat pasti kita ketemuan lagi, ngeteh, bertukar cerita,&#8221; jawabmu.</p>
<p style="justify;">&#8220;Aku tidak begitu suka teh,&#8221; tukasku, &#8220;tapi tidak apa-apa. Boleh saja dalam sebuah pertemuan seseorang ngeteh dan yang lainnya ngopi.&#8221;</p>
<p style="justify;">Kamu mengiyakan saja ucapanku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2009/07/29/ruang-hening-di-selatan-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tumpahan Kopi di Sisi Cangkir</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2009/07/24/tumpahan-kopi-di-sisi-cangkir/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2009/07/24/tumpahan-kopi-di-sisi-cangkir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 11:10:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[kapucino]]></category>

		<category><![CDATA[minuman tumpah]]></category>

		<category><![CDATA[pizza hut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[
Sekilas kudengar pramusaji itu mengucapkan maaf, tetapi aku tidak bisa mendengar apa persisnya yang dia katakan. Suara musik dan obrolan para tamu di meja lain membuat ucapannya kurang jelas. Lalu kulihat tumpahan kopi itu di atas piring tatakan. Mungkin itulah yang membuat si pramusaji minta maaf. Mungkin ketergesaan membuatnya menumpahkan isi cangkir yang terlampau penuh. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="center;"><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2009/07/pizza-hut.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-80 aligncenter" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2009/07/pizza-hut.jpg" alt="" width="416" height="312" /></a></p>
<p>Sekilas kudengar pramusaji itu mengucapkan maaf, tetapi aku tidak bisa mendengar apa persisnya yang dia katakan. Suara musik dan obrolan para tamu di meja lain membuat ucapannya kurang jelas. Lalu kulihat tumpahan kopi itu di atas piring tatakan. Mungkin itulah yang membuat si pramusaji minta maaf. Mungkin ketergesaan membuatnya menumpahkan isi cangkir yang terlampau penuh. Mungkin juga mengelap tumpahan kopi tidak ada dalam deskripsi kerjanya. Mungkin di zaman serba instan, kehati-hatian sudah tergolong ke dalam kemewahan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2009/07/24/tumpahan-kopi-di-sisi-cangkir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lelucon Es Krim</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2009/06/01/lelucon-es-krim/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2009/06/01/lelucon-es-krim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 08:20:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[Kencan]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[es krim]]></category>

		<category><![CDATA[gelato]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[
Duduk di antara para penikmat es krim, melayangkan lamunan dan membuat ingatanku terdampar pada kenangan manis tiga setengah tahun yang lalu. &#8220;Ya, dia suka es krim,&#8221; begitu ujarmu pada perempuan pramusaji yang menanyakan pesanan kita malam itu, di pertemuan kedua yang teramat sangat kunantikan. Ucapan singkat yang membuatku jadi sedikit salah tingkah, namun juga terpancing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2009/02/gelato.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-78" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2009/02/gelato.jpg" alt="" width="416" height="312" /></a></p>
<p>Duduk di antara para penikmat es krim, melayangkan lamunan dan membuat ingatanku terdampar pada kenangan manis tiga setengah tahun yang lalu. &#8220;Ya, dia suka es krim,&#8221; begitu ujarmu pada perempuan pramusaji yang menanyakan pesanan kita malam itu, di pertemuan kedua yang teramat sangat kunantikan. Ucapan singkat yang membuatku jadi sedikit salah tingkah, namun juga terpancing untuk tersenyum. Kamu selalu tahu cara mencairkan suasana dengan gurauanmu. Ya, kamu pasti tahu, di balik senyumanku saat itu juga ada debar tak menentu. Harapan. Penantian. Penasaran.</p>
<p>Ah, kamu. Setelah sekian topik obrolan, sekian cangkir kopi dan teh yang kita nikmati bersama, baik yang kita pesan di kedai minum hiruk pikuk maupun yang kita seduh sendiri di salah satu dari sekian tempat menyepi, masihkah kamu ingat leluconmu dulu tentang es krim? <img src='http://kantongrasa.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2009/06/01/lelucon-es-krim/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Amaris</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2009/01/29/amaris/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2009/01/29/amaris/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 05:03:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Kamar]]></category>

		<category><![CDATA[Kencan]]></category>

		<category><![CDATA[darurat]]></category>

		<category><![CDATA[pramuka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[
Bermenit-menit kupandangi foto cangkir dan kemasan gula itu. Rasanya semua kenangan tengah memusuhiku, sehingga sulit untuk diungkapkan. Apa yang terjadi? Kurasa bukan sempitnya kamar itu yang telah mengungkung perasaanku, bukan pula pengap dan lembap yang samar menyapa indra penciumanku. Ah, aku ingat, buatmu itu sungguh mengganggu.
Malam itu, kamu melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="center;"><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2009/01/amaris.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-76 aligncenter" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2009/01/amaris.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Bermenit-menit kupandangi foto cangkir dan kemasan gula itu. Rasanya semua kenangan tengah memusuhiku, sehingga sulit untuk diungkapkan. Apa yang terjadi? Kurasa bukan sempitnya kamar itu yang telah mengungkung perasaanku, bukan pula pengap dan lembap yang samar menyapa indra penciumanku. Ah, aku ingat, buatmu itu sungguh mengganggu.</p>
<p>Malam itu, kamu melakukan sesuatu yang tak pernah dilakukan oleh orang lain untukku. Sesuatu yang sebelumnya selalu kulakukan sendiri. Sebentuk perhatian intim yang manis dan menegangkan. Kupikir, tidak semua laki-laki pernah atau mau melakukan hal itu pada pasangannya.</p>
<p>&#8220;Di kamar tak disediakan sendok. Aku bingung bagaimana mengaduk minuman tanpa sendok,&#8221; kataku. Kamu menghibur tanpa mengeluh, &#8220;Pakai cara pramuka.&#8221; Kuikuti saranmu, sambil membayangkan kekonyolan anak remaja di sekolah dulu. Aku tersenyum membayangkan masa-masa itu. Tiba-tiba mataku basah, napasku terasa sesak. Baru setelah beberapa saat aku merasa tenang kembali. Mungkin aku yang berlebihan. Siapa yang tahu, di dunia ini ada jutaan orang pernah mengaduk minuman dengan gagang sikat gigi, untuk diberikan pada seseorang yang paling dia kasihi?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2009/01/29/amaris/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Melihat Wajahku</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/12/28/melihat-wajahku/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/12/28/melihat-wajahku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 03:07:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Kamar]]></category>

		<category><![CDATA[Kencan]]></category>

		<category><![CDATA[Penting]]></category>

		<category><![CDATA[ambhara]]></category>

		<category><![CDATA[blok m]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[
Pintu tertutup, lampu menyala, ketel listrik memanaskan air secara otomatis, menyambut mereka yang terbebas dari kehidupan di luar sana. Di selatan Jakarta yang berhias riuh rendah kehidupan malam, kudapati diriku menunggumu di ruang dingin bernuansa masa lalu. Atau, jangan-jangan wajahku, yang kucari di sela-sela kehadiranmu? Sebab apa yang kata mereka nyata, bisa saja bukan apa-apa. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/12/ambhara.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-73" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/12/ambhara.jpg" alt="" width="300" height="400" /></a></p>
<p>Pintu tertutup, lampu menyala, ketel listrik memanaskan air secara otomatis, menyambut mereka yang terbebas dari kehidupan di luar sana. Di selatan Jakarta yang berhias riuh rendah kehidupan malam, kudapati diriku menunggumu di ruang dingin bernuansa masa lalu. Atau, jangan-jangan wajahku, yang kucari di sela-sela kehadiranmu? Sebab apa yang kata mereka nyata, bisa saja bukan apa-apa. Dan apa yang kata mereka sejati, ternyata hanya ilusi. Pejal dalam bayangan, namun bak udara dalam genggaman.</p>
<p>Biarkan mereka yang tersiksa pura-pura. Aku menunggumu untuk melihat wajahku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/12/28/melihat-wajahku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lipstik di Bibir Cangkir</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/11/19/lipstik-di-bibir-cangkir/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/11/19/lipstik-di-bibir-cangkir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 11:46:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Kencan]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[grandflora]]></category>

		<category><![CDATA[jajal wi-fi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[

Malam itu lobi hotel tampak sepi. Hanya ada beberapa orang di sana. Seorang pemuda bercelana pendek yang asyik berselancar di dunia maya dengan laptopnya. Seorang pria kulit putih, entah dari negara mana, sibuk mondar-mandir dari kursi bar ke lounge, minta saluran TV diganti-ganti. Seorang pramutama bar perempuan yang cantik dan bersikap sangat lembut. Seorang pramuhotel [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/11/lipstikdicangkir.jpg"><span style="#000000;"><br />
</span><img class="aligncenter size-full wp-image-72" style="underline;" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/11/lipstikdicangkir.jpg" alt="\" width="400" height="533" /></a></p>
<p>Malam itu lobi hotel tampak sepi. Hanya ada beberapa orang di sana. Seorang pemuda bercelana pendek yang asyik berselancar di dunia maya dengan laptopnya. Seorang pria kulit putih, entah dari negara mana, sibuk mondar-mandir dari kursi bar ke <em>lounge</em>, minta saluran TV diganti-ganti. Seorang pramutama bar perempuan yang cantik dan bersikap sangat lembut. Seorang pramuhotel yang sibuk melayani pertanyaan si pria kulit putih yang bertubi-tubi. Rupanya mereka pernah main kartu bersama malam sebelumnya.</p>
<p>Ketika kamu datang, aku belum sempat menyeruput kapucino yang mulai menghangat. Lalu kita mencoba koneksi internet dengan laptopku, namun gagal berkali-kali. &#8220;Laptop yang bingung, persis seperti orangnya yang suka bingung,&#8221; katamu. Malam itu Jakarta diguyur hujan, tapi candamu membuatku tak kedinginan. Di lobi hotel itu, setiap orang meneruskan kegiatannya masing-masing. Semakin lama, suara si pria kulit putih bercampur suara TV semakin semarak menghiasi ruangan dan membuat suasana jadi tidak tenang.</p>
<p>Laptop kumatikan di pengujung kencan, namun genggaman tanganmu menandakan malam masih panjang. Mengiakan ajakanmu untuk berpindah tempat, kuhabiskan kapucino yang telah mendingin. Ah, masih ada bekas lipstik di bibir cangkir yang tak sempat kuhapus karena tergesa. Kamu tersenyum, &#8220;Lebih baik di bibir cangkir daripada di kerah kemeja.&#8221;</p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/11/19/lipstik-di-bibir-cangkir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menakar Ketidakpantasan</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/11/14/menakar-ketidakpantasan/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/11/14/menakar-ketidakpantasan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 09:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Kamar]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[check in beramai-ramai]]></category>

		<category><![CDATA[grandflora]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[ 

Di kamar hotel di bilangan Kemang, Jakarta Selatan ini, gula, kopi dan teh tersedia masing-masing lebih dari dua sachet. Cocok untuk mereka yang check in beramai-ramai. Salah seorang kenalan lama pernah mengeluhkan kebiasaan wanitanya untuk bermalam di kamar hotel ketika pekerjaan di kantor menumpuk. Menurutnya, itu sama sekali tidak pantas. Aku jadi teringat sahabat lama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/11/grandflorakemang.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-69" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/11/grandflorakemang.jpg" alt="grand flora kemang" width="360" height="480" /></a></p>
<p>Di kamar hotel di bilangan Kemang, Jakarta Selatan ini, gula, kopi dan teh tersedia masing-masing lebih dari dua <em>sachet</em>. Cocok untuk mereka yang <em>check in</em> beramai-ramai. Salah seorang kenalan lama pernah mengeluhkan kebiasaan wanitanya untuk bermalam di kamar hotel ketika pekerjaan di kantor menumpuk. Menurutnya, itu sama sekali tidak pantas. Aku jadi teringat sahabat lama yang kadang <em>check in</em> bersama sekian orang anak buahnya, ditanggung kantor, ketika mereka harus mengejar tenggat keesokan hari padahal pekerjaan hari itu baru usai selewat tengah malam. Mereka ke hotel untuk sekadar menumpang mandi dan memejamkan mata sejenak. Pulang ke rumah tidak menjadi pilihan di saat-saat tertentu, terutama jika pada pagi hari menuju kantor harus menghadapi kemacetan luar biasa.</p>
<p>Aku tidak terlalu menanggapi keluhan si kenalan lama, juga tidak mempertanyakan kebiasaan wanitanya. Menurutku, yang tidak pantas adalah jika aku check in ke kamar hotel untuk mencari hiburan dengan biaya dinas.</p>
<p>&#8211; Kamu juga pernah sengaja <em>check in</em> untuk bekerja, kan? Apa kamu tahu, Iwan Simatupang melahirkan karya-karya monumentalnya selama tinggal di sebuah kamar hotel?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/11/14/menakar-ketidakpantasan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Secangkir Kopi, Sofa dan Pemandangan di Luar Sana</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/11/07/secangkir-kopi-sofa-dan-pemandangan-di-luar-sana/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/11/07/secangkir-kopi-sofa-dan-pemandangan-di-luar-sana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 09:39:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Kamar]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[santika jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[
Di kota semacam Jakarta, kesendirian dan kesunyian adalah sebuah kemewahan. Anehnya, dalam keramaian orang sering kali merasa kesepian. Kadang aku pun merasa demikian. Itu sebabnya, aku tidak terlalu suka berada di tempat ramai. Setelah naik turun eskalator di sebuah pusat perbelanjaan yang penuh sesak akibat pesta potongan harga, aku berniat untuk minum kopi saja di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/11/santikajakarta.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-67" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/11/santikajakarta.jpg" alt="" width="360" height="480" /></a></p>
<p>Di kota semacam Jakarta, kesendirian dan kesunyian adalah sebuah kemewahan. Anehnya, dalam keramaian orang sering kali merasa kesepian. Kadang aku pun merasa demikian. Itu sebabnya, aku tidak terlalu suka berada di tempat ramai. Setelah naik turun eskalator di sebuah pusat perbelanjaan yang penuh sesak akibat pesta potongan harga, aku berniat untuk minum kopi saja di salah satu kedai. Kedai kopi A di lantai 1, penuh. Kedai kopi B di lantai 2, penuh. Kedai kopi C di sisi lain lantai 1, juga penuh. Aku memaklumi kebutuhan mereka untuk minum kopi, mengobrol, sembari melihat dan dilihat, akan tetapi aku tidak suka minum kopi di tempat berpengunjung kelewat padat. Kuteruskan langkah kakiku ke seputar mal, melihat-lihat etalase tanpa niat membeli dagangan mahal.</p>
<p>Hujan mereda. Kutinggalkan tempat riuh-rendah itu untuk <em>check in </em>sendirian di hotel yang berlokasi di Petamburan. Ketenangan yang kurindukan menyambutku di pintu kamar. Ada yang suka kehidupan malam nan gemerlap, ada yang suka kehangatan penuh canda di kafe penuh sesak, tentu ada pula yang lebih suka melampiaskan lelah di kamar singgah.</p>
<p>Pagi ini Kafe Teluk Jakarta juga dipenuhi para tamu dan keluarga yang berakhir pekan di hotel, sampai-sampai aku dan beberapa tamu lain harus menyantap sarapan di restoran cina di sebelahnya. Apa namanya? Ah, aku lupa, juga tidak merasa betah berlama-lama duduk di sana. Kupilih untuk mengakhiri pagi ini dengan minum kopi panas sendirian di kamar, bersama sofa dan pemandangan di luar sana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/11/07/secangkir-kopi-sofa-dan-pemandangan-di-luar-sana/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Minuman Penutup, Konon</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/11/06/minuman-penutup-konon/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/11/06/minuman-penutup-konon/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 08:37:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[minuman penutup]]></category>

		<category><![CDATA[petsugar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[

Menurut tradisi umum di Dunia Barat, kopi dihidangkan setelah santapan selesai. Paling akhir, setelah hidangan pencuci mulut. Terkecuali pada saat rihat kopi, atau acara minum kopi di pagi hari. Seorang kenalanku pernah memesan kopi di rumah makan sebuah negeri dingin sebelum makan, dan membikin orang sekitar terheran-heran. Menyalahi aturan atau tidak, bagi orang negeri tropis, mengatasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/11/petsugar-2.jpg"><span style="#000000;"><br />
</span><img class="aligncenter size-full wp-image-65" style="underline;" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/11/petsugar-2.jpg" alt="\" width="425" height="284" /></a></p>
<p>Menurut tradisi umum di Dunia Barat, kopi dihidangkan setelah santapan selesai. Paling akhir, setelah hidangan pencuci mulut. Terkecuali pada saat rihat kopi, atau acara minum kopi di pagi hari. Seorang kenalanku pernah memesan kopi di rumah makan sebuah negeri dingin sebelum makan, dan membikin orang sekitar terheran-heran. Menyalahi aturan atau tidak, bagi orang negeri tropis, mengatasi hawa dingin adalah perjuangan :P.</p>
<p>Buatku juga, minum kopi kapan pun bisa jadi nikmat, sehingga aku tidak terlalu terpaku dengan aturan mana pun. Seperti kali ini. Hidangan utama belum datang, kopi sudah kupesan dan dihidangkan. Yang beda adalah bungkus gulanya. Kemasan gula dari kedai kali ini tidak berbentuk persegi seperti umumnya gula kemasan, melainkan bulat memanjang seperti sedotan. Unik dan ciamik, serupa pernak-pernik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/11/06/minuman-penutup-konon/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menjerang Lamunan</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/10/30/menjerang-lamunan/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/10/30/menjerang-lamunan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 10:49:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Kamar]]></category>

		<category><![CDATA[Kencan]]></category>

		<category><![CDATA[atlet century]]></category>

		<category><![CDATA[hotel tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[
Isi cangkir kopiku sudah hampir habis, tetapi dia belum datang juga. Sesekali kutepuk dengan hati-hati kulit di daerah pipi, dahi dan hidungku dengan kertas tisu, untuk menyeka lembap. Aneh, di kamar hotel yang dingin dan kering ini, wajahku lembap. Mungkin karena gugup. Dua setengah tahun setelah kencan pertama, perasaan gugup itu masih ada.
Mengapa akhirnya kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/10/century.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-63" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/10/century.jpg" alt="" width="416" height="312" /></a></p>
<p>Isi cangkir kopiku sudah hampir habis, tetapi dia belum datang juga. Sesekali kutepuk dengan hati-hati kulit di daerah pipi, dahi dan hidungku dengan kertas tisu, untuk menyeka lembap. Aneh, di kamar hotel yang dingin dan kering ini, wajahku lembap. Mungkin karena gugup. Dua setengah tahun setelah kencan pertama, perasaan gugup itu masih ada.</p>
<p>Mengapa akhirnya kami memilih hotel ini? “Hotel ini dekat dengan kantormu, juga kantorku,” katanya. Akan tetapi, ini hotel tua. Di salah satu sudut hotel, entah udara atau air dari saluran yang berusia belasan tahun menimbulkan bunyi bising yang bergema dari kamar atas hingga ke kamar di bawahnya. Lalu gema di bagian lantai tertentu menimbulkan suara mirip ketukan di pintu. Seperti di film horor. Saat aku mengeluhkan hal ini lewat SMS, dia hanya menjawab, “Tenang. Ada Mas.” Tapi, dia tidak ada di sana ketika bebunyian itu ada.</p>
<p>Sejam berlalu, memasuki jam kedua. Perasaanku semakin tak menentu. Kuambil botol body spray di kamar mandi, kusemprotkan ke seluruh tubuhku sekali lagi. The Body Shop, Velique. Ini wangi kesukaannya, satu hal yang membuatku senang karena ini pun wangi kesukaanku. Setiba di kamar tadi, aku langsung mandi dan berdandan. Kami jarang sekali bisa bertemu, kalaupun bisa hanya beberapa jam. Namun, aku ingin selalu terlihat cantik di hadapannya. Oh, ada cermin satu badan di sisi kiri pintu kamar mandi. Aku mematut diri, merapikan lagi rias wajahku.</p>
<p>&#8220;Masih mampukah aku membuatmu bergairah?&#8221; tanyaku suatu ketika setelah badai yang kami ciptakan mereda. Dia diam saja. Diteguknya teh yang mulai hangat, lalu tubuhnya digeliatkan. Setengah baya, matang, memancing keingintahuan para wanita tak berpengalaman. Beberapa menit kemudian dia tertidur, mendahuluiku yang asyik terkagum memandangi wajahnya dan matanya yang terpejam. Diiringi dengkurannya yang lembut, aku terus menatapnya, seakan-akan itulah kali terakhir pertemuan kami. Kupeluk erat-erat punggungnya saat dia perlahan-lahan berbalik membelakangiku. Malam itu aku merasa sangat aman.</p>
<p>Suara air mendidih membuyarkan lamunan. Kujelang seduhan kopi kedua menjelang tengah malam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/10/30/menjerang-lamunan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hangat, Manis, Cokelat</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/10/28/hangat-manis-cokelat/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/10/28/hangat-manis-cokelat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 06:47:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Kamar]]></category>

		<category><![CDATA[Penting]]></category>

		<category><![CDATA[gula palem]]></category>

		<category><![CDATA[legit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[

Sebelum meninggalkan kamar pagi itu, aku sempat minum kopi instan dengan bubuk krim dan gula palem. Di kemasannya tertulis brown sugar. Arti harfiahnya, &#8220;gula cokelat&#8221;. Aku nyaris tidak pernah minum kopi dengan gula palem. Biasanya gula pasir atau tanpa gula. Namun untuk petualangan rasa, bolehlah sesekali aku coba. Kuhirup kopi yang mulai menghangat, rasa legit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="center;">
<p><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/10/brown-sugar.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-62" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/10/brown-sugar.jpg" alt="" width="435" height="327" /></a></p>
<p>Sebelum meninggalkan kamar pagi itu, aku sempat minum kopi instan dengan bubuk krim dan gula palem. Di kemasannya tertulis <em>brown sugar</em>. Arti harfiahnya, &#8220;gula cokelat&#8221;. Aku nyaris tidak pernah minum kopi dengan gula palem. Biasanya gula pasir atau tanpa gula. Namun untuk petualangan rasa, bolehlah sesekali aku coba. Kuhirup kopi yang mulai menghangat, rasa legit menyapa dari gula cokelat. Kerinduan menghadirkan dirinya lamat-lamat. Sedang apakah kau sekarang, lelaki berkulit cokelat dengan senyuman nan hangat?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/10/28/hangat-manis-cokelat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>gula atau pemanis?</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/10/20/gula-atau-pemanis/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/10/20/gula-atau-pemanis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 10:52:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Kamar]]></category>

		<category><![CDATA[Kencan]]></category>

		<category><![CDATA[diabetes]]></category>

		<category><![CDATA[ibis]]></category>

		<category><![CDATA[pemanis buatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[

Pilih mana, gula atau pemanis? Terlalu banyak mengonsumsi gula tentu tidak baik. Banyak orang kecanduan gula, dan hanya berhenti ketika sudah benar-benar sakit. Dengan serbuk pemanis, kita tidak akan mendapatkan rasa manis sejati gula. Manisnya sih manis, tapi tidak membuatmu ingin lagi dan lagi. Konon, segala sesuatu yang buatan hanya akan memberikan kesenangan di permukaan. Bagaimanapun, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="underline;"><span style="#0000ee;"><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/10/gulaibis.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-59" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/10/gulaibis.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a><br />
</span></span></p>
<p>Pilih mana, gula atau pemanis? Terlalu banyak mengonsumsi gula tentu tidak baik. Banyak orang kecanduan gula, dan hanya berhenti ketika sudah benar-benar sakit. Dengan serbuk pemanis, kita tidak akan mendapatkan rasa manis sejati gula. Manisnya sih manis, tapi tidak membuatmu ingin lagi dan lagi. Konon, segala sesuatu yang buatan hanya akan memberikan kesenangan di permukaan. Bagaimanapun, kamu mengaku bukan penggemar gula, bahkan minum teh sering nyaris tawar saja. Aku sudah hafal, dan menyeduhkan teh buatmu kuanggap ritual <img src='http://kantongrasa.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/10/20/gula-atau-pemanis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>tidak semua bisa diingat, kecuali..</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/10/13/tidak-semua-bisa-diingat-kecuali/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/10/13/tidak-semua-bisa-diingat-kecuali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 07:09:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kertas tulis</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kencan]]></category>

		<category><![CDATA[kopi darat]]></category>

		<category><![CDATA[tanpa nama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[ 

Kemasan gula ini sepertinya sudah lama sekali terselip di laci meja kerjaku. Tidak ada nama atau merek yang bisa membantuku mengingat-ingat. Entah berasal dari resto atau kafe mana, atau hotel apa, aku lupa. Akan tetapi, aku tidak pernah lupa malam pertemuan pertama kita, sekitar tiga tahun yang lalu. Hari-hari sebelumnya adalah antisipasi penuh tanya dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="center;"> </p>
<p style="center;"><img class="aligncenter" style="text-top;" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/10/gula-lupa.jpg" alt="" /></p>
<p style="left;">Kemasan gula ini sepertinya sudah lama sekali terselip di laci meja kerjaku. Tidak ada nama atau merek yang bisa membantuku mengingat-ingat. Entah berasal dari resto atau kafe mana, atau hotel apa, aku lupa. Akan tetapi, aku tidak pernah lupa malam pertemuan pertama kita, sekitar tiga tahun yang lalu. Hari-hari sebelumnya adalah antisipasi penuh tanya dan keraguan. Hari-hari setelahnya adalah motivasi dan pengharapan.</p>
<p style="left;">Aku lupa, ini gula dari mana. Dan kemasan gula ini bukan kenang-kenangan perjumpaan malam itu. Tapi aku tidak lupa betapa aku berusaha mengingat-ingat aroma tubuhmu. Juga keinginan untuk menutup perpisahan dengan kecupan di pipi yang urung karena aku ragu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/10/13/tidak-semua-bisa-diingat-kecuali/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lebaran Hari Kedua</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/10/03/lebaran-hari-kedua/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/10/03/lebaran-hari-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 06:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paman Tyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[Tak penting]]></category>

		<category><![CDATA[ohlala]]></category>

		<category><![CDATA[pondok indah mal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Lebaran hari kedua. Sore itu banyak kedai penuh. Menurut beberapa pramusaji dua-tiga kedai, banyak tamu yang berlama-lama nongkrong. Bahkan ada meja dengan dua sofa untuk empat orang yang sejak berjam-jam lalu diduki satun orang. Malah ada meja yang akan saya duduki bersama keluarga langsung diserobot sebuah keluarga dengan memalangkan kereta bayi. Ternyata mereka hanya ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lebaran hari kedua. Sore itu banyak kedai penuh. Menurut beberapa pramusaji dua-tiga kedai, banyak tamu yang berlama-lama nongkrong. Bahkan ada meja dengan dua sofa untuk empat orang yang sejak berjam-jam lalu diduki satun orang. Malah ada meja yang akan saya duduki bersama keluarga langsung diserobot sebuah keluarga dengan memalangkan kereta bayi. Ternyata mereka hanya ingin ngobrol dengan keluarga di meja sebelah sambil beristirahat. Pramusaji tak berdaya. Alhirnya kami mendapatkan tempat di kedai tetangga.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-53" title="ohlala pim jakarta" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/10/ohlala.jpg" alt="" width="400" height="285" /></p>
<p>Lebaran hari kedua, tenaga yang melayani berkurang. Banyak yang masih libur dan ambil cuti. Yang bertugas tampak kelelahan. Inilah saat untuk melatih kesabaran. Baki pramusaji bisa menyenggol bahu tamu. Minuman tumpah, mengotori baju. Hanya canggung bingung yang tampak dari wajah si pramusaji.</p>
<p>Lebih berat ujian kesabaran bagi mereka daripada tamu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/10/03/lebaran-hari-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Generik, Apa Adanya</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/10/01/generik-apa-adanya/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/10/01/generik-apa-adanya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2008 16:01:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paman Tyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[Tak penting]]></category>

		<category><![CDATA[belanja]]></category>

		<category><![CDATA[blok m plaza]]></category>

		<category><![CDATA[cafe seberang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[
Senin malam 29 September. Antrean di kasir pasar swalayan memanjang. Saya, yang belanja sendiri, pun lelah. Setelah keluar dari kasir balanjaan saya titipkan. Ternyta tempat penitipan juga penuh. Akhirnya toh bisa juga. Lalu saya ke kedai di seberang. Kapucino lama datangnya. Setelah ada, rasanya aneh, mana encer pula. Gula tanpa merek kedai tetap manis, tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-51" title="cafe seberang blok m plaza" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/10/seberang.jpg" alt="" width="420" height="319" /></p>
<p>Senin malam 29 September. Antrean di kasir pasar swalayan memanjang. Saya, yang belanja sendiri, pun lelah. Setelah keluar dari kasir balanjaan saya titipkan. Ternyta tempat penitipan juga penuh. Akhirnya toh bisa juga. Lalu saya ke kedai di seberang. Kapucino lama datangnya. Setelah ada, rasanya aneh, mana encer pula. Gula tanpa merek kedai tetap manis, tetapi ketika dicampurkan ke minuman malah membuat isi cangkir terasa kian aneh. Tentang cangkir inilah kesaksian saya. Bagian bawah luar seperti kena kotoran yang melekat. Adapun cawan tatakan sama saja, menghitam seolah terlekati sekian lama. Mungkin pengelola kedai memperlakukannya sebagai poci tembikar untuh teh: makin lama, dan makin tertempeli endapan, akan makin sedap. Tapi ini cangkir porselen.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/10/01/generik-apa-adanya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pagi Saat Kota Sepi</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/10/01/pagi-saat-kota-sepi/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/10/01/pagi-saat-kota-sepi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2008 15:43:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paman Tyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[dunkin' donuts]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[raras]]></category>

		<category><![CDATA[sarapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[
Sabtu 27 September. Bukan hari kerja. Suasana libur jelang Lebaran kian terasa. Jakarta menyepi. Apalagi pagi sekitar setengah tujuh. Perut lapar menuntut ganjal. Misalkan sudah siang, mendapatkan warung buka pun sulit. Akhirnya bersua kedai donat 24 jam. Si kecil tak kelaparan. Pagi itu lama-lama kedainya ramai. Banyak orang sarapan. Sebagian membawa anak. Tapi ini perut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-48" title="dunkin\' donuts jalan hayam wuruk jakarta" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/10/dunkinraras.jpg" alt="" width="420" height="420" /></p>
<p>Sabtu 27 September. Bukan hari kerja. Suasana libur jelang Lebaran kian terasa. Jakarta menyepi. Apalagi pagi sekitar setengah tujuh. Perut lapar menuntut ganjal. Misalkan sudah siang, mendapatkan warung buka pun sulit. Akhirnya bersua kedai donat 24 jam. Si kecil tak kelaparan. Pagi itu lama-lama kedainya ramai. Banyak orang sarapan. Sebagian membawa anak. Tapi ini perut Jawa. Lebih enak sarapan dengan nasi. Bukan kroisan dengan teh ala Inggris. Teh pagi yang tentu saja butuh gula. Selebihnya adalah melalap setumpuk koran yang dibeli dari pengasong di jalan. Untuk mengisi saat menunggu. Si kecil terus membaca majalah yang dibawa dari rumah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/10/01/pagi-saat-kota-sepi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penantian. Apa Boleh Buat&#8230;</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/09/09/penantian-apa-boleh-buat/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/09/09/penantian-apa-boleh-buat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 09:19:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paman Tyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Penting]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[daly bread]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[mega kuningan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Tak sopan datang terlambat. Tapi lalu lintas Ibu Kota kadang sulit ditebak. Maka daripada terlambat lebih baik datang lebih awal. Jauh lebih awal. Selebihnya adalah pemanfaatan waktu. Untunglah beberapa gedung perkantoran punya kedai. Misalnya salah satu menara di Mega Kuningan Jakarta. Bukan baca, bukan online, waktu dimanfaatkan untuk menikmati rasa terkantuk-kantuk. Menjemukan. Apa boleh buat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak sopan datang terlambat. Tapi lalu lintas Ibu Kota kadang sulit ditebak. Maka daripada terlambat lebih baik datang lebih awal. Jauh lebih awal. Selebihnya adalah pemanfaatan waktu. Untunglah beberapa gedung perkantoran punya kedai. Misalnya salah satu menara di Mega Kuningan Jakarta. Bukan baca, bukan online, waktu dimanfaatkan untuk menikmati rasa terkantuk-kantuk. Menjemukan. Apa boleh buat. Demi tetesan rezeki dari orang yang akan saya temui.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-46" title="daily bread @ mega kuningan jakarta" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/09/dailybread.jpg" alt="daily bread @ mega kuningan jakarta" width="420" height="416" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/09/09/penantian-apa-boleh-buat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kopdar untuk Bisnis</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/09/09/kopdar-untuk-bisnis/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/09/09/kopdar-untuk-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 09:12:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paman Tyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[kopdar]]></category>

		<category><![CDATA[raja's cafe]]></category>

		<category><![CDATA[senayan city]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Untuk kedua kalinya saya bersua dengannya, setelah sebelumnya hanya berkabar via e-mail dan SMS. Dia blogger, saya juga. Jumpa pertama sepekan sebelumnya, dalam sebuah acara yang lagi-lagi diselenggarakan oleh dotcomers yang sebagian besar bloggers. Serampung acara dia singgah ke markas saya, kemudian dia dan tamu satunya (yang juga baru ketemu pertama kali setelah sebelumnya hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk kedua kalinya saya bersua dengannya, setelah sebelumnya hanya berkabar via e-mail dan SMS. Dia blogger, saya juga. Jumpa pertama sepekan sebelumnya, dalam sebuah acara yang lagi-lagi diselenggarakan oleh dotcomers yang sebagian besar bloggers. Serampung acara dia singgah ke markas saya, kemudian dia dan tamu satunya (yang juga baru ketemu pertama kali setelah sebelumnya hanya ber-e-mail-an) saya antar ke tempat blogger nongkrong saban Jumat malam.</p>
<p><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/09/rajas.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-44" title="raja\'s cafe @ senayan city jakarta" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/09/rajas.jpg" alt="raja\'s cafe @ senayan city jakarta" width="420" height="420" /></a></p>
<p>Tentang pertemuan kedua, pada suatu malam di Senayan City Jakarta, bukan di Bali, itu berbau bisnis &#8212; tapi bau uangnya belum meruap. Dia melakukan presentasi dari laptopnya. Itu pun dengan was-was, &#8220;Nggak enak kalo logo kantor (pada presentasi) saya dilihat orang.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/09/09/kopdar-untuk-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Slametan Cerpenista</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/08/19/dari-slametan-cerpenista/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/08/19/dari-slametan-cerpenista/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 06:24:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Paman Tyo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[ambarrukmo]]></category>

		<category><![CDATA[cerpenista]]></category>

		<category><![CDATA[herman saksono]]></category>

		<category><![CDATA[wisma djoglo]]></category>

		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[
Saya dan rombongan menginap di Wisma Djoglo, Yogya, untuk acara peluncuran Cerpenista. Tiba sudah petang, begitu masuk kamar langsung disodori kopi hangat (bukan panas). Saya pikir lumayan juga layanan tempat lama di timur kota ini. Ternyata setelahnya pesanan demi pesanan minuman selalu lama selesainya. Teh dan kopi paling cepat 20 menit. Entah berapa lama lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-42" title="wisma djoglo cerpenista" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/08/wismadjoglo.jpg" alt="" width="450" height="294" /></p>
<p>Saya dan rombongan menginap di Wisma Djoglo, Yogya, untuk acara peluncuran <a href="http://cerpenista.com" target="_blank">Cerpenista</a>. Tiba sudah petang, begitu masuk kamar langsung disodori kopi hangat (bukan panas). Saya pikir lumayan juga layanan tempat lama di timur kota ini. Ternyata setelahnya pesanan demi pesanan minuman selalu lama selesainya. Teh dan kopi paling cepat 20 menit. Entah berapa lama lagi untuk teh poci &#8212; misalkan ada. Selebihnya adalah perjalanan <a href="http://blogombal.org/2008/08/19/sepur-kita-144-tahun/" target="_blank">berkereta api</a> yang melelahkan (pergi-pulang), Ndoro Bedhes yang ketinggalan pesawat, dan gayeng-gayengan bareng teman-teman seusai <a href="http://dagdigdug.com/2008/08/10/syukuran-cerpenista-dan-dagdigdug-di-yogya/" target="_blank">acara</a>. Yang penting senang &#8212; terutama selama di Yogya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/08/19/dari-slametan-cerpenista/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Seminar @ Ritz Carlton</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/08/17/seminar-ritz-carlton/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/08/17/seminar-ritz-carlton/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 17:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dul Gepuk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Tak penting]]></category>

		<category><![CDATA[capek]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[pacific place]]></category>

		<category><![CDATA[plurk]]></category>

		<category><![CDATA[ritz carlton]]></category>

		<category><![CDATA[seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[
Pagi dengan jalan memutar untuk hindari three-in-one. Akhirnya saya sampai juga. Datang. Bersalaman dengan the big boss yang punya gawe. Lalu ngopi. Ambil cemilan. Kemudian masuk ke ruang seminar. Di dalam banyak orang nge-plurk melalui ponsel masing-masing. Tapi saya tidak. Lalu saya keluar. Ngeteh. Masuk lagi. Jenuh. Saya mencari ruang merokok.  Di lantai yang sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-40" title="seminar google @ ritz carlton" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/08/ritz.jpg" alt="" width="420" height="514" /></p>
<p>Pagi dengan jalan memutar untuk hindari three-in-one. Akhirnya saya sampai juga. Datang. Bersalaman dengan the big boss yang punya gawe. Lalu ngopi. Ambil cemilan. Kemudian masuk ke ruang seminar. Di dalam banyak orang nge-plurk melalui ponsel masing-masing. Tapi saya tidak. Lalu saya keluar. Ngeteh. Masuk lagi. Jenuh. Saya mencari ruang merokok.  Di lantai yang sama &#8212; lantai 4 Pacific Place &#8212; ada ruang merokok. Menyatu dengan Fish &amp; Chip. Karena tak enak hati cuma merokok, maka saya dan kenalan baru memesan minuman. Kami keasyikan berdiskusi di sana. Kembali ke tempat seminar sudah jam makan siang. Antrean panjang. Saya cukup mengambil salad dan minum jus jeruk. Lalu pulang. Kurang begitu yang mengesankan dari acara hari itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/08/17/seminar-ritz-carlton/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan Ceramah maupun Debat</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/08/13/bukan-ceramah-maupun-debat/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/08/13/bukan-ceramah-maupun-debat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 21:43:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dul Gepuk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[Penting]]></category>

		<category><![CDATA[blogger]]></category>

		<category><![CDATA[diskusi]]></category>

		<category><![CDATA[hukum]]></category>

		<category><![CDATA[izzi pizza]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[lawyer]]></category>

		<category><![CDATA[legal]]></category>

		<category><![CDATA[mega kuningan]]></category>

		<category><![CDATA[oakwood]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Suatu sore yang panas. Oakwood. Mega Kuningan. Jakarta. Saya bertemu seorang lawyer yang juga blogger. Tak ada ceramah &#8212; karena dia bukan penceramah. Tiada debat &#8212; karena saya tak paham hukum. Hanya obrolan tentang blog dan blog. Sesekali ada canda. Selebihnya adalah melakukan sesuatu, yang bermanfaat untuk bloggers.  

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu sore yang panas. Oakwood. Mega Kuningan. Jakarta. Saya bertemu seorang lawyer yang juga blogger. Tak ada ceramah &#8212; karena dia bukan penceramah. Tiada debat &#8212; karena saya tak paham hukum. Hanya obrolan tentang blog dan blog. Sesekali ada canda. Selebihnya adalah melakukan sesuatu, yang bermanfaat untuk bloggers. <img src='http://kantongrasa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-38" title="izzi pizza oakwood mega kuningan jakarta" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/08/izzi.jpg" alt="izzi pizza oakwood mega kuningan jakarta" width="420" height="266" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/08/13/bukan-ceramah-maupun-debat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s a Mag yang Disobek</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/07/30/majalah-yang-disobek/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/07/30/majalah-yang-disobek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 10:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dul Gepuk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[it's a cafe]]></category>

		<category><![CDATA[majalah]]></category>

		<category><![CDATA[sampoerna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[
It&#8217;s A Cafe di Senayan City Jakarta. Dengan logotype A yang gothic. Bagian dari bisnis The House of Sampoerna, melengkapi jaringan clothing distro It&#8217;s A Store di pelbagai kota. Di sana gula terkemas biasa, apa adanya dari pemasok. Di sana orang leluasa berkepul asap tembakau. Di sana orang dapat mencapainya dari pelataran depan mal. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-35" title="it\'s a cafe sampoerna senayan city jakarta" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/07/itsa1.jpg" alt="it\'s a cafe sampoerna senayan city jakarta" width="420" height="540" /></p>
<p>It&#8217;s A Cafe di Senayan City Jakarta. Dengan logotype A yang gothic. Bagian dari bisnis The House of Sampoerna, melengkapi jaringan clothing distro It&#8217;s A Store di pelbagai kota. Di sana gula terkemas biasa, apa adanya dari pemasok. Di sana orang leluasa berkepul asap tembakau. Di sana orang dapat mencapainya dari pelataran depan mal. Di sana, seperti juga di banyak tempat penyedia bacaan gratis, ada bagian majalah yang tersobek. Tepatnya disobek. Ada halaman yang hilang. Bukankah menyobek juga gratis?</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-36" title="it\'s a cafe sampoerna senayan city jakarta" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/07/itsa2.jpg" alt="it\'s a cafe sampoerna senayan city jakarta" width="420" height="315" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/07/30/majalah-yang-disobek/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ritual Maria Eva</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/07/30/ritual-maria-eva/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/07/30/ritual-maria-eva/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 10:41:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dul Gepuk</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[maria eva]]></category>

		<category><![CDATA[ritual cafe]]></category>

		<category><![CDATA[teh poci]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Tak tahulah kenapa kafe di Jalan Ahmad dahlan Jakarta itu memakai nama Ritual. Mungkin ngopi dan ngeteh memang ritual harian. Bukan soal hidup dan mati tetapi harus dilakoni. Kebiasaan memang bisa melekat menjadi kebutuhan tubuh, sadar maupun tak sadar. 

Lantas suatu sore saya dan sejawat ke sana. Bukan karena kebiasaan. Bukan untuk ritual. Tapi sekadar berembuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak tahulah kenapa kafe di Jalan Ahmad dahlan Jakarta itu memakai nama Ritual. Mungkin ngopi dan ngeteh memang ritual harian. Bukan soal hidup dan mati tetapi harus dilakoni. Kebiasaan memang bisa melekat menjadi kebutuhan tubuh, sadar maupun tak sadar. </p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-33" title="ritual cafe ahmad dahlan lab school jakarta" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/07/ritual.jpg" alt="ritual cafe ahmad dahlan lab school jakarta" width="420" height="323" /></p>
<p>Lantas suatu sore saya dan sejawat ke sana. Bukan karena kebiasaan. Bukan untuk ritual. Tapi sekadar berembuk di luar kantor karena tempat kerja kadang tak memberikan keleluasaan. Di sana ada minuman ada gula kantong. Hanya satu yang berbeda: di sana juga ada teh poci &#8212; bukan dengan gula kantong, tapi gula batu. Di sana ada kanvas untuk ditandatangani pengunjung. Ada nama Maria Eva. Entah kapan dia datang: sebelum atau sesudah heboh sesaat itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/07/30/ritual-maria-eva/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>jelang terbang</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/07/25/jelang-terbang/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/07/25/jelang-terbang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 22:38:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masagus</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Kamar]]></category>

		<category><![CDATA[Kencan]]></category>

		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[asosiasi]]></category>

		<category><![CDATA[bandara]]></category>

		<category><![CDATA[cinta lama]]></category>

		<category><![CDATA[cinta pertama]]></category>

		<category><![CDATA[jumpa sekilas]]></category>

		<category><![CDATA[partai]]></category>

		<category><![CDATA[pemilu]]></category>

		<category><![CDATA[rindu]]></category>

		<category><![CDATA[transit]]></category>

		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[
tiga jam lagi &#8212; &#8220;aku keburu,&#8221; katamu
masih ada waktu, kataku
bukankah kau pilih tempat dekat bandara agar tiada gegas berlebih?
tiga jam lagi &#8212; &#8220;harus check in dulu sejam sebelumnya kan?&#8221;
masih ada waktu untuk lemon tea panas seduhan sendiri, kataku
tiga jam lagi &#8212; &#8220;sekali-sekali temanilah aku sampai ke kotaku, mas&#8230;&#8221;
tidak, oh tidak
aku harus tetap di sini
ada banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-31" title="gula terbalik agar tempat tak dikenal pembaca" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/07/sugarmu.jpg" alt="gula terbalik agar tempat tak dikenal pembaca" width="420" height="532" /></p>
<p><em>tiga jam lagi &#8212; &#8220;aku keburu,&#8221; katamu<br />
masih ada waktu, kataku<br />
bukankah kau pilih tempat dekat bandara agar tiada gegas berlebih?<br />
tiga jam lagi &#8212; &#8220;harus check in dulu sejam sebelumnya kan?&#8221;<br />
masih ada waktu untuk lemon tea panas seduhan sendiri, kataku<br />
tiga jam lagi &#8212; &#8220;sekali-sekali temanilah aku sampai ke kotaku, mas&#8230;&#8221;<br />
tidak, oh tidak<br />
aku harus tetap di sini<br />
ada banyak pekerjaan<br />
untuk aktualisasi&#8230;<br />
untuk organisasi&#8230;<br />
</em></p>
<p><em>&#8220;dan anak bini!&#8221; katamu sambil menahan tawa</em></p>
<p><em>boiler embuskan uap putih<br />
mendidih<br />
seperti kamu tadi</em></p>
<p><em>tiga jam lagi &#8212; &#8220;ahh nggak ada waktu, masa sih harus cetak kilat?&#8221;<br />
</em></p>
<p><em>kita tertawa<br />
</em></p>
<p><em>biarlah hasrat yang tersisa kita tabung untuk jumpa selanjutnya</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/07/25/jelang-terbang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tanpa Nama</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/07/21/tanpa-nama/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/07/21/tanpa-nama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 16:40:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>masagus</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[cafe]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[mojok]]></category>

		<category><![CDATA[oriental]]></category>

		<category><![CDATA[soliter]]></category>

		<category><![CDATA[tanpa nama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[
Di pojok itu. Diapit dinding kayu gelap. Dengan ambalan yang juga gelap. LED merah dalam ceruk rak mengesankan sesuatu yang oriental. Sering di sana aku. Sendirian. Meski ada wi-fi gratis aku lebih suka melamun, mencorat-coret, atau membaca. Kantong gula tanpa cafe menjadi pembatas buku. Hanya aku yang tahu itu di mana. Maksudku kau tak tahu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-29" title="tanpa nama" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/07/tanpanama.jpg" alt="kantong tanpa nama" width="420" height="449" /></p>
<p>Di pojok itu. Diapit dinding kayu gelap. Dengan ambalan yang juga gelap. LED merah dalam ceruk rak mengesankan sesuatu yang oriental. Sering di sana aku. Sendirian. Meski ada wi-fi gratis aku lebih suka melamun, mencorat-coret, atau membaca. Kantong gula tanpa cafe menjadi pembatas buku. Hanya aku yang tahu itu di mana. Maksudku kau tak tahu, dan itu aman bagiku. Setiap kantomg gula yang menorehkan nama tempat hanya akan memancing interogasimu. Kapan, dengan siapa, ngapain aja. Padahal aku selalu sendirian. Pernah sih bluetooth minta perkenalan. Dari meja agak jauh. Biasa, penawaran diri. <img src='http://kantongrasa.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/07/21/tanpa-nama/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pernah menjadi simbol kemewahan</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/07/14/pernah-menjadi-simbol-kemewahan/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/07/14/pernah-menjadi-simbol-kemewahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 04:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Drustajumna Legawa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[Tak penting]]></category>

		<category><![CDATA[garuda]]></category>

		<category><![CDATA[kerja]]></category>

		<category><![CDATA[pesawat]]></category>

		<category><![CDATA[traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[
Naik pesawat sudah hal biasa bagi kebanyakan orang. Dulu di zaman para orang tua yang sudah lama almarhum, kadangtidak hanya sendok teh yang dibawa pulang, bahkan gula dalam kantong pun dibawa untuk kenang-kenangan bahkan oleh-oleh. Dulu cara yang terjangkau padahal mahal untuk pergi jauh adalah naik kapal, misalnya pergi haji ke tanah suci.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-21" title="gula pesawat garuda indonesia" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/07/garudaindonesiagulas2.jpg" alt="gula pesawat garuda indonesia" width="420" height="271" /></p>
<p>Naik pesawat sudah hal biasa bagi kebanyakan orang. Dulu di zaman para orang tua yang sudah lama almarhum, kadangtidak hanya sendok teh yang dibawa pulang, bahkan gula dalam kantong pun dibawa untuk kenang-kenangan bahkan oleh-oleh. Dulu cara yang terjangkau padahal mahal untuk pergi jauh adalah naik kapal, misalnya pergi haji ke tanah suci.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/07/14/pernah-menjadi-simbol-kemewahan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>muak jakarta, rindu jakarta, benci cinta</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/07/12/muak-jakarta-rindu-jakarta-benci-cinta/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/07/12/muak-jakarta-rindu-jakarta-benci-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 19:06:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Drustajumna Legawa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[caswell]]></category>

		<category><![CDATA[kenalan baru]]></category>

		<category><![CDATA[perjumpaan]]></category>

		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[di sini kau merasa tenang, &#8220;jauh dari jakarta. terpencil, tanpa kemacetan. handphone kumatikan.&#8221; sesekali kau ajak becanda barista dan bartender. selebihnya adalah kolam renang dan baring, &#8220;kagak pake berjemur lah, entar jadi item, kita kan bukan bule.&#8221; lima buku kau bawa. &#8220;macbook air aku bawa tapi aku anggurin di kamar. males buat online.&#8221;

cerita klise. tiada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>di sini kau merasa tenang, &#8220;jauh dari jakarta. terpencil, tanpa kemacetan. handphone kumatikan.&#8221; sesekali kau ajak becanda barista dan bartender. selebihnya adalah kolam renang dan baring, &#8220;kagak pake berjemur lah, entar jadi item, kita kan bukan bule.&#8221; lima buku kau bawa. &#8220;macbook air aku bawa tapi aku anggurin di kamar. males buat online.&#8221;</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-23" title="caswell's coffee" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/07/caswell3.jpg" alt="" width="420" height="381" /></p>
<p>cerita klise. tiada kesan. sama juga ini, &#8220;kalo kelamaan di sini bete juga. aku tuh suka jakarta, tapi sering muak, bosen, marah. di sisi lain, kalo jauh dari sana rasanya kangen juga.&#8221; aku paham. dan sepakat.</p>
<p>&#8220;rejeki, cinta, degup hidup, ada si sana. semua petualangan ujungnya atau awalnya juga di jakarta. atau tengahnya juga di jakarta.&#8221;</p>
<p>di jari manismu tak ada cincin. belum ada? atau ada tapi tak kau kenakan? atau memang tak perlu cincin? kilat matamu menangkap ekor pandanganku ke jari. &#8220;kenapa? mau tau ya?&#8221; tanyamu dengan kerling dan menahan tawa. &#8220;kamu ada di facebook gak?&#8221; tanyamu lagi. hari sudah berganti, tinggalkan sejam dari kemarin. &#8220;mau tutup boss,&#8221; kata bartender.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/07/12/muak-jakarta-rindu-jakarta-benci-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lobbyist, calo, petualang</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/07/11/lobbyist-calo-petualang/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/07/11/lobbyist-calo-petualang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 20:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Drustajumna Legawa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kedai]]></category>

		<category><![CDATA[Tak penting]]></category>

		<category><![CDATA[calo]]></category>

		<category><![CDATA[harta]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<category><![CDATA[kuasa]]></category>

		<category><![CDATA[lobbyst]]></category>

		<category><![CDATA[manipulasi]]></category>

		<category><![CDATA[petualang]]></category>

		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<category><![CDATA[suap]]></category>

		<category><![CDATA[tomodachi]]></category>

		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[
Beberapa kali kau memintaku bertemu. Ada bisnis bagus katamu. &#8220;Tampaknya kita bisa bekerja sama, Mas,&#8221; itu jurus andalanmu. Ada lagi kiatmu, &#8220;Di saat krismon dulu, yang ada duit itu pemerintah. Swasta tiarap semua. Maka kalau mau bisnis, dengan pemerintah saja. Soal duit dipotong, itu adalah cost.&#8221;
Lalu terdamparlah aku di cafe itu. Belasan tahun tak bersua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-12" title="tomodachi cafe jakarta" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/07/tomodachi.jpg" alt="tomodachi cafe jakarta" width="420" height="516" /></p>
<p>Beberapa kali kau memintaku bertemu. Ada bisnis bagus katamu. &#8220;Tampaknya kita bisa bekerja sama, Mas,&#8221; itu jurus andalanmu. Ada lagi kiatmu, &#8220;Di saat krismon dulu, yang ada duit itu pemerintah. Swasta tiarap semua. Maka kalau mau bisnis, dengan pemerintah saja. Soal duit dipotong, itu adalah cost.&#8221;</p>
<p>Lalu terdamparlah aku di cafe itu. Belasan tahun tak bersua aku kaget dan pangling melihatmu. Kau lebih muda dariku tapi tampak cepat menua, banyak beban &#8212; mungkin juga banyak nafsu kemaruk. Aku lebih banyak mendengar. Jangan terlalu idealis, katamu. Kubilang aku bukan idealis tapi aku menuruti hati (padahal uang menipis).</p>
<p>Kau keluarkan dua keping DVD talk show di TV (&#8221;Itu aku yang atur, buat jatuhkan si Anu. Dia digeser dari luar dan dari dalam. Aku bantu dari dalam. Pakai saja anak buahnya&#8221;). Aku makin tak tertarik permainan begituan. Mau dirut BMUN atau ketua KUD, atau juragan onderdil mocin, aku tak berkepentingan dengan naik atau jatuhnya mereka.<span id="more-11"></span></p>
<p>Kau sebut sejumlah media (&#8221;Ada orang-orangku di sana. Ya biasalah teman, bisa diajak kerja sama&#8221;). Kau katakan soal kontak dengan orang parlemen, salah satu nama kau dapat dari koboi flamboyan dari Senayan yang memang sehari-hari kudengar membawa pistol (&#8221;Mereka tak bawa partai, mereka itu seperti halnya kita butuh duit&#8221;).</p>
<p>&#8220;Ingat kawan kita, si Anu? Dia sudah hasilkan tiga doktor. Maksudku menuliskan disertasi untuk tiga bos. Pidato pakai ghost writer. Disertas juga boleh kok, hahahaha! Kemampuan akademis teman kita, meski cuma tamat S1, bisa menghasilkan lebih. Itulah bisnis, Mas. Dia juga mau bantu aku untuk banyak proyek.&#8221;</p>
<p>Pusing aku. Muak aku. Cappucinno siang itu telah habis. Obrolan tak juga usai kusambung hot choco. Dengan tabur gula. Kau tak juga paham bahwa aku sedari tadi menolak dengan halus. Kuakhiri pertemuan dengan alasan ada meeting berikutnya. Kau kedipkan mata, &#8220;Kalau ada kesulitan atau bisa lakukan sesuatu, kontak saja aku. Mas punya talenta untuk lakukan hal-hal penting.&#8221;</p>
<p>Aku ingat katamu tadi. Mengarah pada jebakan.</p>
<p>&#8220;Kadang orang tak butuh uang, tapi butuh entertainment.&#8221;</p>
<p>Aku tahu di handphone-mu ada sejumlah nama &#8220;ge-em&#8221;  penyedia escort. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/07/11/lobbyist-calo-petualang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gula yang mana, tanyamu ;)</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/07/11/gula-yang-mana-tanyamu/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/07/11/gula-yang-mana-tanyamu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 20:09:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Drustajumna Legawa</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Hotel]]></category>

		<category><![CDATA[Kamar]]></category>

		<category><![CDATA[Kencan]]></category>

		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<category><![CDATA[Singgah]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[affair]]></category>

		<category><![CDATA[dating]]></category>

		<category><![CDATA[insiden]]></category>

		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[
Laura Figy maumu. Oh, tidak. Aku memilihkan Diana Krall untukmu. Website dia juga ungu kan? Seperti kantong-kantong ini. The Girl in Another Room. Kau tersenyum. Meledek atau merayu, tanyamu. Terlalu sering kita bercanda. Yang serius dibalut gurauan. Juga tentang ini: kenapa aku di ruangmu &#8212; seperti juga tiga bulan silam.


Raung bajaj dan motor di luar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-10" title="gula-gula tak selamanya manis, kadang asam bahkan pahit" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/07/gulagula2.jpg" alt="gula-gula tak selamanya manis, kadang asam bahkan pahit" width="420" height="291" /></p>
<p>Laura Figy maumu. Oh, tidak. Aku memilihkan <a href="ttp://www.dianakrall.com/default.aspx" target="_blank">Diana Krall</a> untukmu. Website dia juga ungu kan? Seperti kantong-kantong ini. The Girl in Another Room. Kau tersenyum. Meledek atau merayu, tanyamu. Terlalu sering kita bercanda. Yang serius dibalut gurauan. Juga tentang ini: kenapa aku di ruangmu &#8212; seperti juga tiga bulan silam.</p>
<p><a href="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/07/dianakroll.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-8" title="diana kroll" src="http://kantongrasa.com/wp-content/uploads/2008/07/dianakroll.jpg" alt="" width="400" height="238" /></a></p>
<p><span id="more-7"></span></p>
<p>Raung bajaj dan motor di luar menyusup ke dalam melalui tirai. Teh jasmina? Gula? Sedikit kataku. Yang buat diet, tanyamu. Sebuah canda peka bagi  lelaki karena setiap pria yang masih merasa muda merasa malas untuk takar asupan padahal mulai usia 30 proses degeneratif mulai menjalar. Tapi aku tidak perlu (oh belum perlu!) batasi gula. Yang biasa saja, bukan yang pemanis buatan, kataku.</p>
<p>Sejak usia berapa lelaki mulai punya gula-gula, tanyamu. Bukan sejak usia berapa, kataku, tetapi gula-gula usia berapa, dengan batas selisih umur, itu yang penting. Aku bukan gula-gula, katamu. Hanya pinjam milik wanita lain tanpa izin. Boiler di minibar masih sisakan panas. Teh kuhirup. Rasa melati dengan sepet Jawa. Esok pagi aku urusi event, katamu. Tas LaSenza belanjaanmu petang tadi, yang tergeletak di atas meja, juga masih menyisakan isi yang ungu. Tak kutanya, tapi aku tahu. Besok aku ada event, katamu (lagi). Harus simpan energi, lanjutmu. Hanya disimpan, tak ditaburkan malam ini, seperti gula keluar dari kantong kertas &#8212; bukankah masih ada kantong energi yang lain? Cangkir teh masih berisi sepertiga. Besok ada event, katamu lagi. Gaun tidur satin putih tampakkan energi rindumu. Kuhirup teh lagi. Tolong tutup tirai, pintamu. Track ketiga dari Diana Krall di iPod mengalun pelan dari speaker lipat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/07/11/gula-yang-mana-tanyamu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah undangan</title>
		<link>http://kantongrasa.com/2008/07/07/sebuah-undangan/</link>
		<comments>http://kantongrasa.com/2008/07/07/sebuah-undangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 20:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tak penting]]></category>

		<category><![CDATA[pengumuman]]></category>

		<category><![CDATA[percobaan]]></category>

		<category><![CDATA[undangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kantongrasa.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Menulislah di sini. Tentang kantong rasa. Untuk berbagi rasa melalui cerita. Kalau belum sempat kumpulkan atau memotret kantong gula dan sejenisnya, lakukanlah mulai hari ini. Lantas esok hari tulislah di sini, di blog kantongrasa.com ini.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Menulislah di sini. Tentang kantong rasa. Untuk berbagi rasa melalui cerita. Kalau belum sempat kumpulkan atau memotret kantong gula dan sejenisnya, lakukanlah mulai hari ini. Lantas esok hari tulislah di sini, di blog kantongrasa.com ini.</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kantongrasa.com/2008/07/07/sebuah-undangan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

