03 Oct 2009 |
kertas tulis (24)

Kemasan teh berwarna-warni meriah ini memikat perhatianku. Sekarang sejumlah merek teh mulai bersaing menampilkan teh rasa aneka buah segar, antara lain teh Sari Wangi dan Tong Tji. Sampai beberapa waktu lalu, pilihan rasa teh selain rasa asli (juga teh hitam dan teh hijau) hanyalah teh melati. Sejumlah teh juga ada yang beraroma vanili.
Teh Tong Tji aneka buah ini juga dilengkapi gula pasir sachet. Ini di luar kelaziman, karena dus kemasan biasanya hanya diisi teh celup.
16 Aug 2009 |
Paman Tyo (12)
Kadang saya menikmatin teh melati Jawa tanpa gula. Kalau pun pakai ya sedikit saja. Akibatnya gula yang disertakan pun tak terpakai. Yang jelas, di Kedai Salihara, Jakarta Selatan, kantong gulanya belum berdesain khusus. Mungkin kelak dirancang khusus, menyertai cemilan yang dikemas khusus — yang saya gemari adalah gadung. Yang terpotret ini keripik pisang, pesanan kedua anak saya.

10 Aug 2009 |
Paman Tyo (12)

Perjalanan melelahkan dari Ponorogo. Kebetulan sejak sebelum berangkat saya sudah memutuskan untuk istirahat barang selama di Solo, daripada terburu-buru mengejar pesawat terakhir dari Ponorogo. Maka tibalah saya di hotel itu, langsung go show. Untung ada kamar, harga diskon pula. Begitu selesai check in, tapi belum masuk kamar, saya duduk di lobi memesan teh hangat. Gula tak saya pakai. Lelah pun, untuk sementara, agak berkurang. Saya juga sudah memutuskan untuk mendekam di kamar. Rehat, kerja, rehaaaatttt…