17 Aug 2008 |
Dul Gepuk (4)

Pagi dengan jalan memutar untuk hindari three-in-one. Akhirnya saya sampai juga. Datang. Bersalaman dengan the big boss yang punya gawe. Lalu ngopi. Ambil cemilan. Kemudian masuk ke ruang seminar. Di dalam banyak orang nge-plurk melalui ponsel masing-masing. Tapi saya tidak. Lalu saya keluar. Ngeteh. Masuk lagi. Jenuh. Saya mencari ruang merokok. Di lantai yang sama — lantai 4 Pacific Place — ada ruang merokok. Menyatu dengan Fish & Chip. Karena tak enak hati cuma merokok, maka saya dan kenalan baru memesan minuman. Kami keasyikan berdiskusi di sana. Kembali ke tempat seminar sudah jam makan siang. Antrean panjang. Saya cukup mengambil salad dan minum jus jeruk. Lalu pulang. Kurang begitu yang mengesankan dari acara hari itu.
13 Aug 2008 |
Dul Gepuk (4)
Suatu sore yang panas. Oakwood. Mega Kuningan. Jakarta. Saya bertemu seorang lawyer yang juga blogger. Tak ada ceramah — karena dia bukan penceramah. Tiada debat — karena saya tak paham hukum. Hanya obrolan tentang blog dan blog. Sesekali ada canda. Selebihnya adalah melakukan sesuatu, yang bermanfaat untuk bloggers.

21 Jul 2008 |
masagus (2)

Di pojok itu. Diapit dinding kayu gelap. Dengan ambalan yang juga gelap. LED merah dalam ceruk rak mengesankan sesuatu yang oriental. Sering di sana aku. Sendirian. Meski ada wi-fi gratis aku lebih suka melamun, mencorat-coret, atau membaca. Kantong gula tanpa cafe menjadi pembatas buku. Hanya aku yang tahu itu di mana. Maksudku kau tak tahu, dan itu aman bagiku. Setiap kantomg gula yang menorehkan nama tempat hanya akan memancing interogasimu. Kapan, dengan siapa, ngapain aja. Padahal aku selalu sendirian. Pernah sih bluetooth minta perkenalan. Dari meja agak jauh. Biasa, penawaran diri. 