Ritual Maria Eva
30 Jul 2008 | Dul Gepuk (4)Tak tahulah kenapa kafe di Jalan Ahmad dahlan Jakarta itu memakai nama Ritual. Mungkin ngopi dan ngeteh memang ritual harian. Bukan soal hidup dan mati tetapi harus dilakoni. Kebiasaan memang bisa melekat menjadi kebutuhan tubuh, sadar maupun tak sadar.

Lantas suatu sore saya dan sejawat ke sana. Bukan karena kebiasaan. Bukan untuk ritual. Tapi sekadar berembuk di luar kantor karena tempat kerja kadang tak memberikan keleluasaan. Di sana ada minuman ada gula kantong. Hanya satu yang berbeda: di sana juga ada teh poci — bukan dengan gula kantong, tapi gula batu. Di sana ada kanvas untuk ditandatangani pengunjung. Ada nama Maria Eva. Entah kapan dia datang: sebelum atau sesudah heboh sesaat itu.
