Waroeng Nostalgia

30 Jul 2009 | kertas tulis (21)

Belakangan ini kian banyak “warung modern” di ibu kota yang menyediakan minuman tradisional semacam wedang angsle atau wedang ronde. Seperti yang kukunjungi beberapa waktu lalu. Terik panas di luar tidak meredam keinginan untuk menyeruput wedang angsle, karena bagian dalam gedung perkantoran cenderung bersuhu seperti di pegunungan. Anomali.

Ketika memasuki sebuah warung modern yang menghidangkan berbagai santapan dan minuman tradisional, maka sebetulnya kita bukan lagi mencari rasa pemanja lidah. Sebuah cara baru untuk mengasah ingatan akan kenangan masa lalu. Nostalgia yang terbungkus nuansa tradisional.

Penantian. Apa Boleh Buat…

09 Sep 2008 | Paman Tyo (12)

Tak sopan datang terlambat. Tapi lalu lintas Ibu Kota kadang sulit ditebak. Maka daripada terlambat lebih baik datang lebih awal. Jauh lebih awal. Selebihnya adalah pemanfaatan waktu. Untunglah beberapa gedung perkantoran punya kedai. Misalnya salah satu menara di Mega Kuningan Jakarta. Bukan baca, bukan online, waktu dimanfaatkan untuk menikmati rasa terkantuk-kantuk. Menjemukan. Apa boleh buat. Demi tetesan rezeki dari orang yang akan saya temui.

daily bread @ mega kuningan jakarta

Bukan Ceramah maupun Debat

13 Aug 2008 | Dul Gepuk (4)

Suatu sore yang panas. Oakwood. Mega Kuningan. Jakarta. Saya bertemu seorang lawyer yang juga blogger. Tak ada ceramah — karena dia bukan penceramah. Tiada debat — karena saya tak paham hukum. Hanya obrolan tentang blog dan blog. Sesekali ada canda. Selebihnya adalah melakukan sesuatu, yang bermanfaat untuk bloggers. :)

izzi pizza oakwood mega kuningan jakarta