tidak semua bisa diingat, kecuali..

13 Oct 2008 | kertas tulis (24)

 

Kemasan gula ini sepertinya sudah lama sekali terselip di laci meja kerjaku. Tidak ada nama atau merek yang bisa membantuku mengingat-ingat. Entah berasal dari resto atau kafe mana, atau hotel apa, aku lupa. Akan tetapi, aku tidak pernah lupa malam pertemuan pertama kita, sekitar tiga tahun yang lalu. Hari-hari sebelumnya adalah antisipasi penuh tanya dan keraguan. Hari-hari setelahnya adalah motivasi dan pengharapan.

Aku lupa, ini gula dari mana. Dan kemasan gula ini bukan kenang-kenangan perjumpaan malam itu. Tapi aku tidak lupa betapa aku berusaha mengingat-ingat aroma tubuhmu. Juga keinginan untuk menutup perpisahan dengan kecupan di pipi yang urung karena aku ragu.

Tanpa Nama

21 Jul 2008 | masagus (2)

kantong tanpa nama

Di pojok itu. Diapit dinding kayu gelap. Dengan ambalan yang juga gelap. LED merah dalam ceruk rak mengesankan sesuatu yang oriental. Sering di sana aku. Sendirian. Meski ada wi-fi gratis aku lebih suka melamun, mencorat-coret, atau membaca. Kantong gula tanpa cafe menjadi pembatas buku. Hanya aku yang tahu itu di mana. Maksudku kau tak tahu, dan itu aman bagiku. Setiap kantomg gula yang menorehkan nama tempat hanya akan memancing interogasimu. Kapan, dengan siapa, ngapain aja. Padahal aku selalu sendirian. Pernah sih bluetooth minta perkenalan. Dari meja agak jauh. Biasa, penawaran diri. ;)